Di Balik Jalan Baru TMMD, Ada Cinta Seorang Ibu yang Tak Pernah Berhenti Melangkah

Garut || Pembangunan jalan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0611/Garut bukan sekadar proyek infrastruktur. Di balik tumpukan batu dan debu yang beterbangan, tersimpan kisah ketulusan yang menguatkan makna gotong royong itu sendiri. Kamis (30/4/2026)
Di Kampung Cidahu, Desa Mekarmulya, perhatian warga dan personel TNI tertuju pada sosok sederhana: Ibu Ani (25), seorang ibu rumah tangga dari Kampung Cieurih. Ia hadir bukan hanya sebagai tenaga bantuan, tetapi sebagai simbol keteguhan, datang ke lokasi pembangunan sambil menggendong anaknya yang masih berusia 3 tahun, Ardio.
Dengan satu tangan menopang buah hatinya dan tangan lainnya mengangkat batu, Ibu Ani menjalani dua peran sekaligus: sebagai ibu dan sebagai bagian dari gerakan kolektif membangun desa. Tanpa keluhan, ia larut dalam ritme kerja bersama warga lainnya.
“Saya tidak ingin hanya jadi penonton. Jalan ini nanti akan dipakai anak-anak kita juga, termasuk anak saya. Jadi, kalau bisa ikut membantu, kenapa tidak,” ujarnya sederhana, namun sarat makna.
Apa yang dilakukan Ibu Ani bukan sekadar partisipasi, melainkan refleksi kesadaran bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama. Di tengah keterbatasan, ia menunjukkan bahwa kontribusi tidak selalu diukur dari besar kecilnya tenaga, melainkan dari ketulusan niat.
Kehadirannya menjadi energi tersendiri di lapangan. Para personel TNI dan warga mengaku terinspirasi oleh semangatnya. Sosok Ibu Ani seolah mengingatkan bahwa kekuatan terbesar dalam pembangunan bukan hanya alat berat atau anggaran, tetapi hati yang tergerak untuk peduli.
Komandan Rayon Militer setempat menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tersebut. “Ibu Ani adalah potret nyata semangat TMMD. Ketika seorang ibu muda, dengan segala keterbatasannya, tetap memilih untuk terlibat, itu adalah bentuk kepedulian yang luar biasa. Ini yang membuat kami yakin bahwa pembangunan ini benar-benar milik bersama,” ungkapnya.
Program pembangunan jalan ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat, mempercepat mobilitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Namun lebih dari itu, TMMD ke-128 juga menghadirkan nilai yang tak kasat mata, yakni tumbuhnya solidaritas dan rasa memiliki di tengah masyarakat.
Kisah Ibu Ani menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati tidak hanya membentang di atas tanah, tetapi juga tumbuh di dalam hati. Dari langkah kecil seorang ibu yang tak ingin tinggal diam, lahir harapan besar bagi masa depan desa. (CG/Pendim 0611)

