Memimpin dengan Tangan Kotor: Keteladanan Ketua LPM Mekarmulya di Balik Pembangunan MCK TMMD

Garut || Di tengah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0611/Garut, ada satu pesan kuat yang muncul dari Desa Mekarmulya: kepemimpinan sejati tidak lahir dari perintah, tetapi dari keteladanan. Jum’at (30/4/2026)
Hal itu tergambar jelas dari sosok Bapak Makmur (61), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Mekarmulya. Di usia yang tidak lagi muda, ia memilih untuk tidak sekadar berdiri di balik koordinasi, tetapi turun langsung ke lapangan, menyatu dengan warga dan personel TNI dalam pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK).
Di lokasi pembangunan, Bapak Makmur tampak aktif, mulai dari mengatur teknis pekerjaan hingga ikut mengangkat material sesuai kemampuannya. Tangannya mungkin kotor oleh semen dan tanah, namun justru di situlah makna kepemimpinannya terlihat nyata: hadir, bekerja, dan memberi contoh.
“Kalau kita ingin masyarakat bergerak, maka kita harus lebih dulu bergerak. Tidak cukup hanya memberi arahan. Pembangunan ini milik bersama, jadi sudah seharusnya kita juga ikut merasakan prosesnya,” ujarnya dengan tegas.
Baginya, pembangunan MCK bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi tentang menghadirkan kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat bagi masyarakat. Ia memahami bahwa sanitasi yang layak adalah fondasi penting bagi kualitas hidup warga, terutama di lingkungan pedesaan.
Langkah yang diambil Bapak Makmur pun memberi efek berantai. Kehadirannya di lapangan menjadi pemantik semangat warga untuk ikut terlibat. Gotong royong yang awalnya biasa, berubah menjadi gerakan bersama yang lebih hidup dan penuh kesadaran.
Personel TNI yang bertugas mengakui bahwa keterlibatan tokoh masyarakat seperti Bapak Makmur sangat menentukan kelancaran kegiatan. Selain memahami kondisi wilayah, ia juga mampu membangun kepercayaan dan partisipasi aktif warga.
Komandan Rayon Militer setempat turut memberikan apresiasi atas dedikasi tersebut. “Apa yang dilakukan Bapak Makmur adalah bentuk kepemimpinan yang sesungguhnya. Ia tidak hanya berbicara, tetapi bertindak. Ini yang membuat program TMMD menjadi kuat, karena ada kolaborasi nyata antara TNI dan masyarakat,” ungkapnya.
Pembangunan MCK ini diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan. Namun lebih dari itu, kehadiran figur seperti Bapak Makmur menunjukkan bahwa pembangunan yang berhasil selalu berangkat dari kesadaran bersama dan contoh nyata di lapangan.
Di Desa Mekarmulya, TMMD bukan hanya membangun fasilitas. Ia juga sedang membangun nilai, tentang kepemimpinan yang turun tangan, tentang pengabdian tanpa batas usia, dan tentang kekuatan teladan yang mampu menggerakkan sebuah desa. (CG/Pendim 0611)

