Pangdam III/Siliwangi: “Pimpinan Wajib Lakukan Pengawasan Melekat Dan Bantu Selesaikan Masalah anggota

PORTALBELANEGARA.COM // Bandung – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo menggelar Jam Pimpinan kepada seluruh Prajurit dan PNS jajaran Kodam III/Slw bertempat di Lapangan Upacara Kodam III/Slw Jl. Aceh No. 69 Kota Bandung Jawa Barat, Senin (19/09/2022).

Jam Pimpinan dilaksanakan setelah Upacara Bendera 17-an yang rutin dilaksanakan dalam setiap bulan.

Dalam arahannya saat Jam Pimpinan tersebut, Pangdam memberikan beberapa penekanan diantaranya, dalam menyikapi perkembangan yang ada di luar, apapun yang didengar, dilihat, ataupun yang dirasakan, para Prajurit maupun PNS agar berpikir kepada trek yang benar yaitu kembali kepada prinsip TNI AD, tidak perlu mengomentari ataupun mendiskusikan kepada orang yang belum jelas walaupun dianggap dekat dengan kita.

“Kepemimpinan kita ini mempunyai jalur Komando, mempunyai hirarki dan terkontrol, Itu yang membedakan kepemimpinan militer dengan yang lain,” ujarnya.

“Semua itu hanya satu tujuan yaitu untuk memecahkan masalah bukan mencari masalah, untuk itu perlu adanya kemampuan yang harus kita pegang, keterampilan pengetahuan dan pengalaman, ini merupakan bagian dari pembinanaan satuan dalam mengambil suatu keputusan bukan mencari suatu masalah,” sambungnya.
.
Dalam menghadapi suatu permasalahan, Pangdam mengingatkan seluruh Prajurit dan PNS, bahwa kabur (meninggalkan satuan) itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau ada permasalahan hendaknya menghadap kepada Pimpinan masing-masing, sampaikan permasalahan yang dihadapi sehingga permasalahan dapat diselesaikan.

“Siapapun yang menjadi Pimpinan/Komandan ataupun tertua di satuannya harus bisa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anak buahnya. Saya yang tertua di Kodam III/Slw, silahkan sampaikan masalah itu kepada saya,” tegasnya.

Terkait masalah tugas pokok, Pangdam mengatakan bahwa tugas pokok itu tidak berubah, dari dulu hingga saat ini sama, namun menurut Pangdam di balik kesamaan itu banyak potensi kelemahan yaitu, orang tidak mau berubah karena kejenuhan menjadi potensial lubang permasahan, selain itu juga adanya masalah keuangan, kesehatan, ekonomi bahkan melarikan diri ataupun bunuh diri.

“Para Pemimpin hendaknya melaksanakan pengawasan melekat terhadap unsur bawahannya, jangan sampai ada anggotanya yang melakukan pelanggaran seperti narkoba, LGBT dan pelanggaran berat lainnya,” tegasnya.

Hadir pada Jam Komandan tersebut Kasdam dan Irdam, Kapok Sahli Pangdam, Asrendam, para Asisten. Pa Liason TNI AL, serta para Dansat/Kabalak jajaran Kodam III/Slw (Pendam III/Siliwangi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!