Neng Rahmawati (44 Tahun), Motivator Ibu-ibu Kampung Cidahu, Aktif Berperan Dukung Pembangunan dalam Giat TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut

GARUT || Pembangunan desa tidak selalu dimulai dari alat berat atau tumpukan material. Di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, pembangunan justru bergerak dari langkah-langkah sederhana para ibu yang memikul air demi membantu jalannya program TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut.
Di tengah aktivitas pembangunan yang dipenuhi debu semen dan suara alat kerja, sosok Neng Rahmawati (44), warga Kampung Cidahu RT 01 RW 06, tampil menjadi penggerak semangat kaum perempuan di lingkungannya. Ia bukan mandor proyek, bukan pejabat desa, dan bukan aparat. Namun dari tangannya, semangat gotong royong ibu-ibu kampung kembali hidup dan bergerak nyata.
Setiap hari, Neng Rahmawati mengajak para ibu turun langsung membantu kebutuhan pembangunan, terutama memastikan pasokan air untuk adukan semen dan pekerjaan fisik lainnya tetap tersedia. Bersama ibu-ibu lainnya, ia bolak-balik membawa air dari sumber penampungan menuju lokasi pembangunan agar pengerjaan fasilitas umum dan sasaran fisik TMMD tetap berjalan lancar.
Di bawah terik matahari, mereka memanggul jeriken, mengangkat ember, dan mengatur pembagian tugas tanpa mengeluh. Apa yang mereka lakukan mungkin terlihat sederhana, namun menjadi penopang penting bagi kelancaran pembangunan di desa mereka sendiri.
“Kami memang hanya ibu rumah tangga, tapi kami juga ingin ikut berjuang untuk desa. Kalau semua hanya menonton, pembangunan tidak akan cepat selesai. Jadi saya mengajak ibu-ibu supaya jangan malu atau ragu ikut membantu,” ujar Neng Rahmawati saat ditemui di lokasi TMMD, Minggu (10/5/2026).
Perempuan 44 tahun itu menegaskan bahwa gotong royong tidak mengenal batas gender. Menurutnya, pembangunan bukan hanya urusan laki-laki atau aparat, tetapi tanggung jawab seluruh warga yang ingin melihat desanya maju.
Apa yang dilakukan Neng Rahmawati dan para ibu di Kampung Cidahu menjadi gambaran kuat bahwa peran perempuan di desa bukan sekadar pelengkap, tetapi penggerak sosial yang mampu menjaga semangat kebersamaan tetap menyala.
Di tengah zaman ketika kepedulian sosial mulai terkikis dan banyak orang sibuk dengan urusan masing-masing, para ibu di Desa Mekarmulya justru hadir membuktikan bahwa solidaritas masih hidup di akar rumput masyarakat.
Program TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut sendiri tidak hanya membangun infrastruktur seperti MCK, jalan desa, dan rehabilitasi rumah tidak layak huni, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kemajuan desa hanya bisa dicapai jika rakyat ikut terlibat secara langsung.
Komandan Kodim 0611/Garut Letkol Inf Andrik Fachrizal memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif kaum perempuan dalam mendukung seluruh sasaran pembangunan TMMD.
“Peran ibu-ibu yang digerakkan Ibu Neng Rahmawati sangat luar biasa. Mereka membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat dan pembangunan adalah tanggung jawab bersama. Inilah kekuatan utama bangsa kita, ketika rakyat dan TNI bergerak dalam satu tujuan,” tegasnya.
Melalui tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan TMMD ke-128 tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali nilai kebersamaan yang menjadi identitas masyarakat Indonesia.
Dan di Desa Mekarmulya, semangat itu hari ini mengalir bersama ember-ember air yang dipikul para ibu kampung, dipimpin oleh seorang perempuan sederhana bernama Neng Rahmawati, yang memilih bergerak daripada hanya melihat pembangunan dari kejauhan. (CG/Pendim 0611)
