Di Tengah Krisis Kepedulian, Pemuda Desa Mekarmulya Pilih Turun Tangan Bangun Rumah Warga

GARUT || Ketika banyak anak muda sibuk mengejar dunia digital dan kehidupan instan, Hilman (23) justru memilih berdiri di atas rangka bangunan, memegang besi dan semen, membantu memperbaiki rumah warga tak layak huni dalam program TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong.

Di tengah debu material dan panas matahari, pemuda asal Kampung Cibangkerong RT 02 RW 02 itu menjadi salah satu wajah nyata bahwa semangat gotong royong di desa belum mati. Dengan penuh kesungguhan, Hilman terlibat langsung dalam pengerjaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), mulai dari memasang rangka atap, menyusun besi beton, membuat cetakan cor, hingga merapikan struktur bangunan bersama prajurit TNI dan warga lainnya.

Bagi Hilman, pembangunan rumah warga bukan sekadar pekerjaan fisik. Ini adalah perjuangan menjaga martabat sesama agar tetap memiliki tempat tinggal yang aman dan layak dihuni.

“Rumah layak itu kebutuhan dasar. Kalau ada warga yang rumahnya diperbaiki, saya merasa wajib ikut membantu. TNI sudah datang membantu desa kami, jadi kami juga harus ikut bergerak,” ujar Hilman saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (10/5/2026).

Di lokasi TMMD, Hilman tampak bekerja tanpa banyak bicara. Tangannya sibuk mengangkat material, memasang kerangka bangunan, dan memastikan setiap bagian berdiri kokoh. Meski tubuhnya dipenuhi keringat dan debu semen, semangatnya tidak surut sedikit pun.

Pemandangan itu menjadi pesan kuat bahwa pembangunan desa sejatinya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat semata, tetapi lahir dari kepedulian masyarakat yang mau turun langsung membantu sesamanya.

Program rehabilitasi Rutilahu dalam TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut sendiri menjadi salah satu upaya nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Tidak hanya membangun fisik rumah, tetapi juga membangun harapan, rasa aman, dan masa depan keluarga penerima manfaat.

Di balik proses pembangunan itu, TMMD juga menghadirkan ruang kebersamaan antara TNI dan rakyat. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan warga sipil. Semua bekerja di tanah yang sama, memikul material yang sama, dan memiliki tujuan yang sama: membangun desa agar lebih layak untuk ditinggali.

Komandan Kodim 0611/Garut Letkol Inf Andrik Fachrizal memberikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda seperti Hilman yang dinilai menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.

“Pemuda seperti Hilman menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih kuat di desa. Inilah kekuatan bangsa kita. Ketika TNI dan rakyat bekerja bersama, pembangunan bukan hanya selesai lebih cepat, tetapi juga melahirkan rasa memiliki yang kuat,” tegasnya.

Melalui tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program TMMD ke-128 tidak sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat Indonesia.

Dan di Desa Mekarmulya, semangat itu hari ini tampak nyata lewat seorang pemuda 23 tahun bernama Hilman, ang memilih ikut mengangkat beban pembangunan, demi menghadirkan rumah yang lebih layak bagi sesamanya. (CG/Pendim 0611)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!