Muscab PAN Cianjur Diwarnai Polemik Dugaan Reses, Partai Belum Ambil Sikap


PORTALBELANEGARA.COM//CIANJUR — Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Cianjur turut diwarnai sorotan terkait dugaan kegiatan reses yang tengah menjadi perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PAN Kabupaten Cianjur, Hendi, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil penelitian dan verifikasi dari badan kehormatan sebelum mengambil sikap lebih lanjut.
“Kami menghormati proses yang sedang berjalan dan belum bisa menyatakan apakah itu benar atau salah karena masih dalam tahap verifikasi data,” ujar Hendi saat ditemui usai kegiatan Muscab VI PAN Kabupaten Cianjur, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, badan kehormatan nantinya akan menentukan apakah kegiatan yang dipersoalkan benar masuk dalam agenda reses resmi atau hanya sebatas dokumentasi kegiatan biasa.
“Nanti diputuskan apakah itu memang reses atau bukan. Kalau memang tidak tercantum dalam laporan reses, berarti itu bukan reses,” katanya.
Hendi menjelaskan, kegiatan reses merupakan kewajiban seluruh anggota DPRD di setiap daerah pemilihan (dapil). Karena itu, apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran, partai akan menjalankan mekanisme organisasi sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau memang terbukti, tentu ada mekanisme internal partai yang harus dijalankan sesuai ketentuan,” ucapnya.
Namun demikian, ia belum bersedia berbicara lebih jauh terkait kemungkinan sanksi karena keputusan resmi dari badan kehormatan belum keluar.
“Saya belum bisa menyampaikan soal sanksi ataupun langkah lain karena sampai hari ini hasilnya juga belum ada. Kita tunggu keputusan resminya terlebih dahulu,” tandasnya.
Sementara itu, Muscab VI DPC PAN Kabupaten Cianjur sendiri digelar sebagai agenda konsolidasi organisasi dan penguatan struktur partai di tingkat kecamatan.
