Hijaukan Lereng Rawan Longsor, Kolaborasi Hijau Garut Tanam Harapan di Bukit Cinta Kembar

Garut || Upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan kembali dilakukan oleh Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut melalui kegiatan penanaman lanjutan di kawasan Bukit Cinta Kembar, Kampung Cinta Kembar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Rabu (5/5/2026).

Kegiatan ini menyasar lahan kritis dengan kondisi ekstrem, kemiringan lereng yang sangat curam serta kontur tanah yang labil dan mengkhawatirkan. Selama ini, kawasan tersebut dibiarkan tanpa tegakan pohon, sehingga meningkatkan potensi terjadinya longsor, terutama saat musim hujan.

Tak hanya itu, lokasi lahan yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Cibarengkok menambah tingkat kerawanan. Sungai tersebut diketahui kerap meluap saat hujan deras, bahkan airnya dapat mencapai permukiman warga di sekitarnya.

Melihat kondisi tersebut, puluhan relawan turun langsung melakukan penanaman berbagai jenis pohon hutan dan tanaman produktif sebagai langkah konkret pemulihan lingkungan.

Jenis tanaman yang ditanam meliputi Mahoni, Eukaliptus (jenis rainbow), Manglid, Alpukat.

Penanaman ini difokuskan di area lereng dan sepanjang daerah aliran Sungai Cibarengkok, dengan tujuan memperkuat struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko banjir dan longsor.

H Jaeni, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi tanam, melainkan bagian dari upaya jangka panjang dalam mengembalikan fungsi ekologis kawasan.

“Lahan ini sekarang di tanami sayuran, kopi dan minim pepohonan tegakkan, sangat rentan terhadap longsor. Kami hadir bukan hanya menanam, tapi juga memastikan ada pemeliharaan berkelanjutan agar tanaman benar-benar tumbuh dan memberi dampak,” ujarnya.

Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan rutin, seperti penyiraman, penyiangan, dan pemantauan pertumbuhan tanaman.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama yang dimulai dari kesadaran kolektif.

Dengan langkah kecil yang konsisten, diharapkan Bukit Cinta Kembar yang dulunya rawan bencana dapat kembali menjadi kawasan hijau yang aman dan memberi manfaat bagi kehidupan. (Cepi Gantina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!