Di Balik Keramik dan Debu Semen, Ada Semangat Rakyat yang Menolak Tinggal Diam

GARUT || Di tengah teriknya matahari dan tumpukan material bangunan, seorang buruh harian bernama Nur Taufik (51) memilih tidak sekadar menjadi penonton pembangunan di desanya. Dengan tangan penuh debu semen dan peluh yang terus mengalir, warga Kampung Cidahu RT 01 RW 06, Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong itu ikut terjun langsung menyelesaikan pembangunan fasilitas MCK dalam program TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut.

Bukan karena dibayar lebih. Bukan pula demi popularitas. Nur Taufik hadir karena satu keyakinan sederhana: pembangunan desa tidak boleh hanya dibebankan kepada negara atau TNI semata, tetapi harus dijaga bersama oleh rakyat yang akan menikmati hasilnya.

Setiap hari, ia terlihat sibuk memotong keramik, memasang ubin, merapikan dinding, hingga membantu menyiapkan material bangunan. Di tengah keterbatasannya sebagai buruh harian, Nur justru menunjukkan sesuatu yang mulai langka di banyak tempat: kepedulian terhadap fasilitas umum dan masa depan kampung halamannya sendiri.

“Kalau bukan kita yang ikut menjaga dan membangun desa, siapa lagi? TNI sudah bekerja keras membantu kami, jadi warga juga harus ikut turun tangan,” ujar Nur Taufik saat ditemui di lokasi TMMD, Senin (10/5/2026).

Pemandangan itu menjadi potret nyata bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangkitkan kembali ruh gotong royong yang perlahan mulai terkikis oleh sikap individualisme.

Pembangunan fasilitas MCK tersebut menjadi salah satu sasaran utama TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut Tahun Anggaran 2026. Kehadiran fasilitas sanitasi yang layak dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa.

Di balik proses pembangunan itu, terlihat jelas hubungan erat antara TNI dan masyarakat. Prajurit dan warga bekerja tanpa sekat, mengangkat material bersama, menyusun keramik bersama, bahkan makan di lokasi yang sama. Suasana inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD: membangun desa dengan melibatkan rakyat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.

Komandan Kodim 0611/Garut Letkol Inf Andrik Fachrizal menegaskan, partisipasi warga seperti Nur Taufik menjadi energi terbesar dalam menyukseskan seluruh sasaran TMMD.

“Semangat warga adalah kekuatan utama TMMD. Ketika rakyat ikut memiliki proses pembangunan, maka hasilnya akan lebih terjaga dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Melalui tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa kemajuan desa lahir dari kerja bersama, kepedulian bersama, dan perjuangan bersama.

Di Desa Mekarmulya, semangat itu hari ini tidak hadir lewat pidato panjang. Ia hadir lewat tangan kasar seorang buruh bernama Nur Taufik yang memilih ikut memegang alat potong keramik demi masa depan kampungnya sendiri. (CG/Pendim 0611)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!