Sedekah Oksigen Terus Mengalir: Ribuan Bibit dari PD Maju Mandiri Perkuat Gerakan Hijau di Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut

Garut || Semangat menjaga bumi terus bertumbuh dari wilayah Cikajang. Program Sedekah Oksigen yang digagas oleh Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut kembali menerima amanah berupa ribuan bibit tanaman hutan dari PD Maju Mandiri, Senin (12/5). Bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan lahir dari kolaborasi, bukan sekadar wacana.

Bibit yang diserahkan meliputi tanaman hutan seperti manglid dan eukaliptus, jenis pohon yang dikenal memiliki manfaat ekologis tinggi untuk rehabilitasi lahan kritis, menjaga keseimbangan tanah, serta mendukung pemulihan tutupan hijau. Ribuan bibit ini akan menjadi bagian dari gerakan penanaman berkelanjutan yang selama lebih dari satu tahun dijalankan melalui program Sedekah Oksigen, sejak dimulai 2 November 2024 lalu.

Perwakilan PD Maju Mandiri, Tedi Kaka, menyampaikan bahwa kontribusi ini merupakan bagian dari dukungannya terhadap gerakan konservasi yang tumbuh dari masyarakat.

“Ini bukan pertama kalinya kami mendukung program Sedekah Oksigen. Sebagai perusahaan dagang yang bergerak di bidang jual beli bibit, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga lingkungan. Semoga bibit yang kami salurkan bisa menjadi manfaat, menghijaukan kembali lahan kritis, serta mengembalikan ekosistem di wilayah kita,” ujarnya. Selasa (12/5/2026)

Sebagai salah satu pusat pembibitan di wilayah Kecamatan Cikajang, PD Maju Mandiri selama ini menyediakan beragam bibit tanaman kehutanan dan buah-buahan. Dukungan berulang yang diberikan menjadi teladan bahwa sektor usaha lokal memiliki peran besar dalam membangun ketahanan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Divisi Konservasi dan Lingkungan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Lukmanul Hakim, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PD Maju Mandiri yang terus istiqamah mendukung gerakan Sedekah Oksigen. Bantuan ini bukan hanya soal bibit, tetapi tentang harapan. Setiap pohon yang ditanam akan menjadi sumber kehidupan, menjaga air, menahan longsor, menyerap karbon, dan mewariskan udara bersih untuk anak cucu kita.”

Menurutnya, gerakan penghijauan bukan semata menanam pohon, melainkan menanam kesadaran. Di tengah ancaman kerusakan hutan, berkurangnya sumber air, dan perubahan iklim, satu bibit yang ditanam hari ini dapat menjadi penentu keberlangsungan kehidupan di masa mendatang.

Program Sedekah Oksigen sendiri telah berkembang menjadi gerakan sosial-lingkungan yang mengajak masyarakat untuk bersedekah melalui pohon. Konsepnya sederhana namun bermakna besar: siapa pun bisa berkontribusi, karena satu pohon yang tumbuh akan terus “bersedekah” oksigen selama puluhan tahun.

Gerakan ini mengingatkan bahwa menjaga bumi tidak selalu membutuhkan langkah besar. Terkadang, perubahan dimulai dari satu bibit, satu tangan yang menanam, dan satu niat tulus untuk meninggalkan warisan hijau bagi generasi masa depan. (Cepi Gantina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!