Dari Silaturahmi Menjadi Aksi Nyata: Kolaborasi Hijau dan Pengurus Perum Bumi Sakinah Cidatar Tanam 32 Pohon untuk Cegah Longsor


GARUT || Di tengah semakin berkurangnya ruang hijau dan meningkatnya ancaman bencana ekologis di kawasan perbukitan, langkah sederhana berupa menanam pohon menjadi tindakan yang memiliki makna besar. Hal itulah yang dilakukan dalam kegiatan penghijauan di Perumahan Bumi Sakinah Cidatar, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Minggu (31/5/2026).
Bukan sekadar kegiatan seremonial, aksi tersebut menghasilkan penanaman 32 bibit tanaman buah-buahan dan kayu keras yang ditanam di sejumlah titik kawasan perumahan. Pohon-pohon tersebut diharapkan menjadi benteng alami untuk memperkuat tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko longsor yang kerap mengancam wilayah dengan kontur berbukit.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan itu menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tingkat komunitas dan permukiman.
Ketua Pengurus Perumahan Bumi Sakinah Cidatar, Han Han Suhendar, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut. Menurutnya, kehadiran komunitas tersebut membawa energi positif sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
“Kami merasa sangat terbantu dan mengapresiasi langkah nyata Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut. Pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk mempercantik lingkungan, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi keselamatan dan kenyamanan warga. Kepedulian seperti inilah yang perlu terus ditumbuhkan agar lingkungan tetap lestari dan aman bagi generasi berikutnya,” ujar Han Han.
Ia menambahkan bahwa kawasan perumahan yang hijau akan memberikan banyak manfaat, mulai dari kualitas udara yang lebih baik, cadangan air yang terjaga, hingga meningkatnya kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, perwakilan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Wawan Kustiawan, menegaskan bahwa kegiatan penghijauan merupakan bagian dari misi organisasi dalam membangun gerakan masyarakat yang peduli lingkungan melalui aksi nyata.
“Bagi kami, penghijauan bukan hanya soal menanam pohon. Ini adalah upaya membangun kesadaran, memperkuat kolaborasi, dan mengajak masyarakat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan lingkungan. Silaturahmi yang baik harus melahirkan manfaat, dan salah satu manfaat terbaik adalah menjaga alam yang menjadi penopang kehidupan bersama,” katanya.
Menurut Wawan, penanaman pohon di kawasan perumahan memiliki nilai strategis karena langsung menyentuh ruang hidup masyarakat. Ketika pohon tumbuh, manfaatnya akan dirasakan oleh warga dalam bentuk udara yang lebih sejuk, lingkungan yang lebih asri, serta perlindungan ekologis yang semakin kuat.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan saat ini, kegiatan di Perumahan Bumi Sakinah Cidatar menjadi pesan penting bahwa menjaga bumi tidak harus menunggu kebijakan besar. Dari halaman rumah, dari kawasan perumahan, dan dari semangat gotong royong warga, perubahan dapat dimulai.
Karena sejatinya, mencegah longsor tidak dimulai ketika bencana datang, tetapi ketika masyarakat mau menanam pohon dan merawat alam sejak hari ini. (Cepi Gantina)
