Seleksi Pimpinan BAZNAS Cianjur Mengerucut, 10 Kandidat Berebut 5 Posisi

PORTALBELANEGARA.COM//CIANJUR — Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur memasuki babak akhir. Sebanyak 10 kandidat dinyatakan lolos seleksi berkas dan kompetensi, dan kini bersiap memperebutkan lima posisi pimpinan definitif untuk periode mendatang.
Berdasarkan linimasa yang ditetapkan, kelima pimpinan terpilih nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Cianjur dan dijadwalkan melakoni prosesi pelantikan pada September 2026 mendatang.
Seleksi ini dinilai menjadi momentum krusial bagi transformasi pengelolaan zakat di Cianjur. Pimpinan yang baru diharapkan mampu mendongkrak performa penghimpunan serta pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) agar lebih optimal dan tepat sasaran.
Strategi Akar Rumput dan Penguatan UPZ Desa
Salah satu kandidat yang berhasil menembus posisi 10 besar, Ahmad Solihin, S.H.I., mengapresiasi transparansi proses seleksi yang tengah berjalan. Mantan aktivis Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa periode 2004–2018 ini menilai tantangan BAZNAS ke depan memerlukan pendekatan yang lebih taktis di tingkat akar rumput.
“Ini menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam penguatan pengelolaan zakat. Penguatan UPZ desa dan pola jemput bola menjadi langkah yang perlu terus dikembangkan,” ujar Solihin, yang juga aktif dalam Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN) Kabupaten Cianjur, (Jum’at 29/26).
Menurutnya, ada tiga poin strategis yang perlu didorong oleh komisioner BAZNAS Cianjur ke depan:
Optimalisasi UPZ Desa: Mengaktifkan kembali peran lini terdepan sebagai kunci strategis penghimpunan ZIS yang berkelanjutan.
Ekspansi Zakat Mal: Memperluas basis penghimpunan di luar zakat fitrah, khususnya menyasar sektor usaha mikro dan makro masyarakat.
Insentif Pengelola: Mewacanakan sistem insentif yang layak bagi pengelola UPZ desa guna memacu kinerja dan militansi pengumpulan zakat di tingkat lokal.
Menuju Tata Kelola yang Akuntabel
Proses seleksi yang ketat ini diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas pergantian jabatan, melainkan melahirkan nakhoda BAZNAS yang profesional, amanah, dan akuntabel. Publik kini menanti figur-figur yang mampu mengintegrasikan tata kelola zakat modern dengan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cianjur.
Rie’an
