TMMD ke-125 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi Resmi Dibuka: Sinergi Bangun Desa Terpencil


Sukabumi || Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun 2025, yang dipusatkan di Desa Langkap Jaya, Kecamatan Lengkong. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah, khususnya di daerah terpencil.

Upacara pembukaan digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Langkap Jaya dan dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi Asep Japar. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, kepala perangkat daerah, serta ribuan warga setempat.
Komandan Korem 061/Surya Kencana, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, menegaskan bahwa program TMMD bukan hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek nonfisik guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bukti sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tujuannya agar kemanunggalan semakin kuat dan hasil pembangunan benar-benar dirasakan langsung oleh warga,” ungkap Brigjen Faisol dalam sambutannya.
Salah satu prioritas utama dalam TMMD ke-125 adalah pengaspalan jalan sepanjang ±2.000 meter yang menghubungkan Desa Langkap Jaya (Kecamatan Lengkong) dengan Desa Kertajaya (Kecamatan Simpenan). Jalan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga dan memperlancar distribusi hasil pertanian antarwilayah.
Selain jalan, program TMMD juga mencakup Renovasi 6 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pengeboran sumur dan instalasi pipanisasi, Rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu), Pembangunan fasilitas sanitasi dan arena bermain anak.
Tak hanya membangun infrastruktur, TMMD juga memberikan berbagai penyuluhan kepada masyarakat, seperti penyuluhan kesehatan, ketahanan keluarga, dan bahaya narkoba. Program ini menjadi bentuk upaya peningkatan wawasan dan pemberdayaan masyarakat di pedesaan.
“Seperti yang disampaikan Bupati, TMMD bukan hanya soal bangunan, tetapi juga menyentuh sisi sosial dan edukatif warga,” jelas Brigjen Faisol.
Pemilihan Desa Langkap Jaya sebagai lokasi TMMD melalui proses panjang, mulai dari usulan kepala desa, kajian di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Jalan utama di desa ini dinilai dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera.
Sebanyak 110 personel TNI dikerahkan dalam program ini, didukung Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan warga setempat. Brigjen Faisol optimistis seluruh sasaran pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan, terlebih sebagian pekerjaan telah dimulai melalui pra-TMMD dengan progres mencapai 40–50 persen.
“Kami tetap memperhatikan faktor cuaca. Bila hujan turun siang hari, kami lanjutkan malam. Bila malam tidak memungkinkan, kami kejar keesokan harinya. Yang penting target harian tercapai,” tegasnya.
Program TMMD ke-125 ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi. Brigjen Faisol menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
“Kami ingin hasil pembangunan tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tapi juga menjangkau desa-desa yang paling membutuhkan,” tutup Brigjen Faisol. (MC0622/Cepi Gantina)