Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut Hadiri Penanaman Bersama Petani Penggarap di Lahan Gunung Jaya

Garut || Paguyuban Kolaborasi Hijau menghadiri undangan kegiatan penanaman bersama petani penggarap di lahan eks PDAP Gunung Jaya, Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kolaborasi lintas elemen antara masyarakat, pemerintah, dan pegiat lingkungan dalam upaya menjaga serta memulihkan fungsi lahan. Selasa (10/2/2026)
Kegiatan penanaman tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Girijaya, Heru Nugraha, Camat Cikajang Riyana Tasripin, Sekretaris Kecamatan Cikajang Ibu Ratu Ayu Dinar Wira Pertiwi, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut H. Jaeni beserta jajaran, Penyuluh Dinas Kehutanan Wilayah V Garut, Ketua FKPPI Cikajang, PKK Desa Girijaya, BPD, LPM, para Ketua RW dan RT, Ketua TKSK, Koordinator PKH, para pelajar MTs Al Hafidz, serta tentunya para petani penggarap dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Paguyuban Kolaborasi Hijau turut memberikan kontribusi nyata dengan menyerahkan 250 bibit pohon Manglid yang ditanam bersama sebagai jimat atau penanda awal komitmen penghijauan di kawasan lahan eks PDAP Gunung Jaya. Pohon Manglid dipilih karena memiliki nilai ekologis dan diharapkan mampu menjadi simbol harapan, keteduhan, serta keberlanjutan di kawasan tersebut.
Camat Cikajang, Riyana Tasripin, mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman ini mencerminkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, kolaborasi antara petani, pemerintah desa, dan komunitas lingkungan merupakan kekuatan utama dalam upaya pemulihan lahan dan pencegahan bencana di wilayah Cikajang.
Sementara itu, Kepala Desa Girijaya, Heru Nugraha, menyebutkan bahwa Pemerintah Desa Girijaya sangat mendukung kegiatan penanaman di lahan eks PDAP Gunung Jaya. Ia menegaskan bahwa keterlibatan petani penggarap menjadi kunci keberhasilan, karena merekalah yang setiap hari bersentuhan langsung dengan lahan dan memahami kondisi alam setempat.
Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanam kesadaran dan tanggung jawab bersama. Menurutnya, bibit Manglid yang ditanam sebagai jimat harus dijaga dan dirawat bersama agar benar-benar memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang.
Penanaman dilakukan di tengah hamparan kebun sayur milik para petani penggarap. Perpaduan antara aktivitas pertanian dan penghijauan menciptakan suasana kebersamaan yang kuat, sekaligus menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, lahan eks PDAP Gunung Jaya diharapkan menjadi contoh pemulihan lahan berbasis kebersamaan. Dengan petani sebagai garda terdepan dan dukungan berbagai pihak, harapan hijau terus ditanam demi alam yang lestari dan masa depan yang lebih baik. (Jajang Nurjaman)

