Luruskan Isu Viral, Kodim 0611/Garut Pastikan Pelaku Pencurian Cabe Bukan Prajurit

Garut || Komandan Kodim 0611/Garut Letkol Inf Andrik Fahrizal meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kasus pencurian cabe di Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. Klarifikasi tersebut disampaikan pada konferensi pers yang digelar di Makodim 0611/Garut dan dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media.

Dalam pembukaannya, Dandim menyampaikan apresiasi kepada awak media kemudian menjelaskan secara tegas duduk perkara yang memicu keresahan publik.

Letkol Inf Andrik Fahrizal membenarkan adanya peristiwa pencurian cabe yang terjadi pada 23 November 2025 malam. Namun ia menegaskan bahwa pelaku bukan anggota TNI aktif sebagaimana diberitakan di sejumlah akun media sosial.

“Memang benar terjadi pencurian cabe di Desa Barusuda. Tetapi informasi yang menyebutkan pelakunya anggota TNI aktif tidak benar. Berdasarkan laporan Koramil 1113/Bayongbong, dugaan itu muncul karena pelaku menggunakan pakaian mirip seragam dinas. Namun kami pastikan pelaku bukan prajurit aktif,” tegasnya.

Dandim kemudian mengungkapkan fakta penting yang kerap terlewat dalam pemberitaan viral tersebut. Pelaku ternyata merupakan mantan anggota TNI yang sudah tidak memiliki hubungan kedinasan dengan institusi sejak lama.

“Yang bersangkutan adalah mantan prajurit Brigif 13 Galuh Tasikmalaya yang telah diberhentikan pada 2006 akibat pelanggaran berat berupa desersi. Sejak saat itu statusnya murni warga sipil,” jelasnya.

Dengan status tersebut, TNI tidak lagi memiliki kewenangan pembinaan maupun tanggung jawab hukum atas tindakannya.

Melalui klarifikasi ini, Dandim menegaskan bahwa TNI selalu bersikap profesional dan transparan dalam menangani setiap dugaan pelanggaran.

“TNI tidak menutup-nutupi kasus apa pun. Jika prajurit melakukan pelanggaran, sanksinya tegas dan terukur. Tetapi tindakan warga sipil, termasuk mantan anggota yang sudah lama diberhentikan, tidak bisa dikaitkan dengan institusi,” ujarnya.

Menutup konferensi pers, Dandim mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama konten viral yang belum terverifikasi.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Pastikan informasi berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Konferensi pers diakhiri dengan salam hormat, menegaskan komitmen Kodim 0611/Garut dalam menjaga transparansi, kedisiplinan, dan kehormatan institusi di tengah derasnya arus informasi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!