Kolaborasi Hijau ke-61 Perkuat Pemeliharaan di Blok Gunung Congkrang

Garut || Kolaborasi Hijau ke-61 kembali digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan fokus utama pemeliharaan tanaman di Blok Gunung Congkrang. Kegiatan ini menitikberatkan pada pembersihan gulma dan rumput liar yang tumbuh cepat di sekitar pohon-pohon yang telah ditanam sebelumnya.
Relawan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut melakukan pembersihan dengan cara mencabut dan membabad rumput secara manual. Pada area yang dipenuhi ilalang tebal, penyemprotan herbisida dilakukan secara terbatas dan terukur demi menyelamatkan pertumbuhan tanaman utama, mengingat keterbatasan jumlah relawan di lapangan.
Kepala Bidang Konservasi, Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa fase pemeliharaan merupakan tahapan krusial dalam gerakan penghijauan.
“Menanam itu langkah awal, tetapi memastikan pohon tumbuh dan bertahan adalah tanggung jawab yang sesungguhnya. Gulma yang tidak dikendalikan bisa menghambat bahkan mematikan tanaman utama,” ujarnya.
Selain tantangan gulma, relawan juga masih menemukan sejumlah pohon kayu-kayuan yang patah dan diduga sengaja dirusak. Kondisi tersebut menjadi keprihatinan bersama, namun tidak menyurutkan semangat para relawan untuk terus melakukan penyulaman dan penguatan perawatan.
Sementara itu, Wawan Kustiawan selaku Bendahara Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut yang juga Ketua Laskar Indonesia Cikajang menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan gerakan ini.
“Kami tidak akan berhenti hanya karena ada hambatan. Justru ini menjadi motivasi untuk semakin solid menjaga tanaman yang sudah tumbuh. Kolaborasi ini adalah gerakan bersama untuk masa depan,” tegasnya.
Pada kegiatan hari ini, relawan juga menanam dua pohon beringin sebagai tambahan koleksi pohon beringin di Blok Leweung Panganten. Penanaman ini menjadi simbol penguatan komitmen, bahwa di tengah fokus pemeliharaan, semangat menanam tetap terus berjalan.
Kolaborasi Hijau ke-61 kembali membuktikan bahwa penghijauan bukan sekadar seremoni, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan kebersamaan. Dari Gunung Congkrang hingga Leweung Panganten, semangat menjaga hijau terus ditegakkan. (Jajang Nurjaman)

