Kolaborasi Hijau ke-51 Kembali Menyapa Gunung Congkrang, Tanam Kopi dan Ekaliptus Serta Perkuat Pemeliharaan

Garut || Komitmen menjaga kelestarian alam kembali diwujudkan melalui kegiatan Kolaborasi Hijau ke-51 yang digelar di kawasan Gunung Congkrang. Kegiatan ini mengusung agenda penanaman dan pemeliharaan tanaman sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memulihkan ekosistem pegunungan. Sabtu (13/12/2025)

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 200 bibit kopi dan 30 bibit ekaliptus berhasil ditanam oleh sekitar 20 peserta yang terlibat langsung secara swadaya. Selain penanaman, peserta juga melakukan pemeliharaan tanaman yang telah ditanam sebelumnya, meliputi pembersihan gulma dan pengecekan kondisi tanaman agar tumbuh optimal.

Indra Taufik Gunawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum Kolaborasi Hijau yang dinilainya sebagai ruang kolaboratif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan hutan, serta menggelorakan gerakan ayo menanam, khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan masyarakat pada umumnya.

“Gerakan menanam harus terus dilanjutkan. Saya niatkan semoga penanaman pohon ini menjadi amal pahala bagi para pendamping Kecamatan Cikajang dan para KPM penerima manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Ujang salah seorang peserta yang baru pertama kali bergabung mengaku terkesan dengan semangat kebersamaan dalam Kolaborasi Hijau. Menurutnya, meski baru ikut, kegiatan ini memberikan pengalaman dan kesadaran baru tentang pentingnya merawat alam.

“Saya baru bergabung, tetapi langsung merasakan bahwa menanam pohon bukan sekadar aktivitas fisik. Ada nilai kebersamaan dan tanggung jawab moral di dalamnya. Ini membuat saya ingin terus terlibat dan mengajak yang lain untuk ikut menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Melalui Kolaborasi Hijau ke-51, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk terlibat aktif dalam penanaman dan pemeliharaan pohon, sehingga Gunung Congkrang tetap lestari dan memberikan manfaat ekologis, sosial, serta ekonomi bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini menegaskan bahwa menanam adalah awal kepedulian, merawat adalah komitmen, dan menjaga adalah warisan untuk masa depan. (Jajang Nurjaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!