DMGP Kembangkan Panas Bumi Cipanas, Klaim Aman dan Ramah Lingkungan

 Sosialisasi Proyek Panas Bumi,Foto Rian Sagita.

CIANJUR,PORTALBELANEGARA – PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) mengembangkan proyek panas bumi di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian energi nasional.

Perusahaan menegaskan seluruh tahapan proyek dilakukan sesuai regulasi dengan mengutamakan keselamatan serta perlindungan lingkungan.
Proyek panas bumi Cipanas merupakan penugasan resmi negara berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2778 K/30/MEM/2014.

DMGP menyebut seluruh perizinan telah diselesaikan, disertai sosialisasi berkelanjutan kepada pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat setempat selama tiga tahun terakhir.

Pengembangan panas bumi di Cipanas memiliki potensi daya hingga 125 megawatt (MW). Pada tahap eksplorasi awal atau Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE), area yang digunakan sekitar 11 hektare atau sekitar 0,02 persen dari total kawasan konservasi Gunung Gede Pangrango.

Humas PT DMGP, Imron Rosyadi, mengatakan perusahaan menerapkan pengawasan ketat dalam setiap tahapan operasional.

“Kami memastikan mobilisasi alat, pemantauan getaran, dan kegiatan lapangan lainnya tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun lahan pertanian,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Dari sisi teknis, pakar geologi Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr.

Ir. Dewi Gentana, MM, menyatakan aktivitas panas bumi memiliki risiko geologi yang rendah. Menurutnya, energi yang terlibat dalam pemanfaatan uap panas bumi jauh lebih kecil dibandingkan gempa tektonik alami.
“Sistem reinjeksi menjaga kestabilan tekanan bawah permukaan. Teknologi siklus tertutup yang digunakan tidak mengganggu kestabilan gunung api,” jelas Dewi.

Hal senada disampaikan pakar vulkanologi Unpad, Prof. Dr. Ir. Nana Sulaksana, MSP. Ia menegaskan pengambilan uap dilakukan melalui lubang bor kecil yang diperkuat pipa baja dan semen, bukan dengan penggalian besar.

DMGP juga melakukan pemantauan getaran tanah secara real-time menggunakan seismograf di sekitar area proyek.
Terkait kekhawatiran dampak terhadap pertanian dan sumber air, Nana menjelaskan bahwa reservoir panas bumi berada di kedalaman ribuan meter dan terpisah dari air tanah dangkal oleh lapisan batuan kedap.

Selain itu, fluida panas bumi dikembalikan sepenuhnya ke dalam bumi melalui sistem closed-loop.
Cipanas dikenal sebagai sentra hortikultura nasional dengan komoditas utama seperti kol, wortel, dan kentang. DMGP menegaskan operasional panas bumi tidak melibatkan pembakaran bahan bakar fosil sehingga tidak memengaruhi suhu udara maupun kualitas lingkungan setempat.

PT Daya Mas Geopatra Pangrango merupakan anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, bagian dari Grup Sinar Mas, yang bergerak di bidang energi terbarukan panas bumi. Perusahaan menyatakan komitmennya mendukung transisi energi bersih nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!