BNN Cianjur Musnahkan Tanaman Khat, Ungkap Ancaman Baru Narkotika Asal Timur Tengah

PORTALBELANEGARA — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis khat (Catha edulis), sebuah tanaman yang sering luput dari perhatian masyarakat namun memiliki efek stimulan kuat. Pemusnahan dilakukan di halaman kantor BNN Cianjur, Kamis (27/11/2025), menyusul temuan tanaman tersebut di wilayah perbatasan Cianjur–Bogor.

Kepala BNN Kabupaten Cianjur, M. Affan, mengungkapkan bahwa khat—yang kerap disebut sebagai sirih Arab atau teh Arab—lebih banyak disalahgunakan oleh warga negara asing dari kawasan Timur Tengah. Efeknya, kata dia, hampir setara dengan sabu atau metamfetamin.

“Tanaman ini sering dianggap biasa saja oleh masyarakat, tetapi termasuk narkotika golongan I. Penyalahgunaannya banyak dilakukan WNA sebagai stimulan,” ujar Affan.

Diduga Ditaman Sengaja, BNN Dalami Jaringan

Affan menegaskan bahwa khat bukan tanaman endemik Indonesia, sehingga keberadaannya di Cianjur menimbulkan dugaan adanya pihak tertentu yang sengaja menanamnya. Saat ini, BNN masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang berpotensi terlibat.

“Ini bukan tanaman asli wilayah kita, tentu ada yang menanam. Kami akan dalami apakah ini bagian dari jaringan yang lebih besar,” jelasnya.

Menurut Affan, tanaman yang disita telah berusia beberapa tahun dan tumbuh di lokasi yang sulit dijangkau. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku penanaman memanfaatkan lokasi terpencil untuk menghindari pantauan aparat.

Bupati Wahyu Ferdian: Cianjur Tidak Beri Ruang bagi Narkoba

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur dr. H. Muhammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi kepada BNN dan aparat penegak hukum atas kinerja yang berhasil mengungkap potensi peredaran narkotika jenis baru di Cianjur.

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih. Hari ini kita menunjukkan bahwa Cianjur tidak memberi ruang bagi narkoba dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Bupati juga mengakui bahwa tanaman khat tidak mudah dikenali masyarakat awam, sehingga diperlukan sosialisasi intensif terkait bahaya dan ciri-cirinya. Ia menekankan bahwa khat memiliki efek adiktif yang dapat merusak kesehatan dan produktivitas.

“Khat ini berbahaya karena memicu ketergantungan dan dapat mengganggu pola pikir serta menurunkan produktivitas. Sosialisasi harus diperkuat agar masyarakat tidak terkecoh,” ujarnya.

Ajakan Perkuat Sinergi Melawan Narkoba

Bupati menegaskan bahwa pemusnahan ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba memanfaatkan wilayah Cianjur untuk aktivitas peredaran narkotika. Ia mengajak seluruh masyarakat, tokoh daerah, dan aparat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Mari kita perkuat komunikasi dan saling mengingatkan. Kita harus bekerja bersama menjaga Cianjur tetap aman, sehat, dan bermartabat,” pungkasnya. (Rie’an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!