TMMD Reguler 128 Ditutup: Dari Desa Sidorejo, TNI Tegaskan Pembangunan Tak Bisa Jalan Sendiri

PORTALBELANEGARA, KULON PROGO || Upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kamis (21/5/2026), bukan sekadar seremoni akhir program 30 hari. Momentum ini menjadi penegasan bahwa pembangunan desa membutuhkan kolaborasi nyata lintas sektor, bukan hanya wacana administratif semata.

Di tengah tantangan desa yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, akses ekonomi, hingga ancaman ketimpangan pembangunan, TMMD hadir sebagai jawaban konkret. Jalan dibuka, jembatan diperbaiki, saluran air dibangun, rumah tidak layak huni direhabilitasi, hingga penghijauan dilakukan secara langsung bersama masyarakat.
Upacara penutupan dipimpin Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc. dengan melibatkan ratusan personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, serta unsur masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah, melainkan harus menjadi gerakan bersama.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Dansatgas TMMD Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han. menyampaikan seluruh sasaran fisik dan nonfisik berhasil diselesaikan sesuai target. Program tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur umum, penyuluhan masyarakat, program ketahanan pangan, pembangunan fasilitas air bersih, jambanisasi, rehabilitasi RTLH, hingga penghijauan dan reboisasi kawasan.
Amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. yang dibacakan Inspektur Upacara menegaskan tema TMMD tahun ini, *“TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”*, bukan sekadar slogan. Desa dipandang sebagai fondasi utama pembangunan nasional dan pusat pertumbuhan ekonomi masa depan.
“TMMD adalah wujud nyata sinergi TNI, pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam menjawab persoalan riil di lapangan,” tegasnya.
Program TMMD Reguler ke-128 Kodam IV/Diponegoro sendiri dilaksanakan di beberapa wilayah, yakni Kabupaten Purbalingga, Kulon Progo, Pati, dan Sragen. Selain itu, seluruh Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro juga menjalankan TMMD Sengkuyung Tahap II secara serentak di wilayah masing-masing.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD menjadi ruang lahirnya kembali budaya gotong royong yang mulai terkikis zaman. Selama satu bulan penuh, aparat TNI dan warga hidup bersama, bekerja bersama, dan menyelesaikan persoalan desa secara kolektif.
Penutupan TMMD di Sidorejo juga menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang berdirinya infrastruktur, tetapi tentang tumbuhnya rasa memiliki dan kepedulian masyarakat terhadap hasil pembangunan itu sendiri.
Di akhir amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro mengingatkan seluruh pihak agar hasil pembangunan yang telah dicapai dapat dipelihara dan dimanfaatkan dalam jangka panjang demi kesejahteraan masyarakat.
Dengan ditutupnya TMMD Reguler ke-128 Tahun 2026, harapan besar kini tertuju pada keberlanjutan pembangunan desa yang tidak berhenti setelah upacara selesai, tetapi terus hidup melalui kolaborasi dan semangat gotong royong masyarakat.
