Saat Banyak Hanya Menonton, Ibu Mia Turun Memegang Sekop: Perempuan Desa Garut Patahkan Stigma di Lokasi TMMD

GARUT || Di tengah pembangunan jalan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0611/Garut, sosok Mia Sofiani (30) menjadi perhatian warga. Bukan karena jabatan atau popularitas, melainkan karena keberaniannya turun langsung mengangkat sekop dan mengangkut material pembangunan bersama para pekerja lainnya.
Di saat sebagian orang masih menganggap pekerjaan fisik sebagai wilayah kaum laki-laki, ibu muda asal Kampung Cibangkerong, Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut itu justru membuktikan bahwa kepedulian terhadap pembangunan desa tidak mengenal gender.
Dengan pakaian sederhana dan penuh semangat, Mia tampak membaur bersama warga dan prajurit TNI menyekop material sirtu untuk pembangunan jalan penghubung Kampung Cilimus, Kampung Cidahu, hingga Kampung Cibangkerong. Jalan tersebut menjadi harapan besar masyarakat karena akan membuka akses transportasi, memperlancar pengangkutan hasil tani, dan mempermudah aktivitas warga sehari-hari.
Bagi Mia, pembangunan bukan sekadar urusan pemerintah atau aparat. Menurutnya, masyarakat harus ikut terlibat jika ingin melihat perubahan nyata di lingkungannya sendiri.
“Saya ingin desa kami maju. Jalan yang bagus akan membantu masyarakat dan anak cucu kami nanti. Jadi saya merasa harus ikut membantu, bukan hanya melihat,” ujar Mia Sofiani, Rabu (7/5/2026).
Kehadiran Mia di lokasi TMMD menjadi gambaran perubahan peran perempuan desa masa kini. Ia tidak sekadar hadir sebagai pendukung, tetapi menjadi bagian aktif dari proses pembangunan. Langkahnya pun menginspirasi ibu-ibu muda lainnya untuk berani terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan.
Komandan Kodim 0611/Garut Letkol Inf Andrik Fachrizal mengapresiasi semangat warga, termasuk keterlibatan aktif kaum perempuan dalam program TMMD. Menurutnya, kekuatan pembangunan desa lahir dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Kehadiran Ibu Mia menunjukkan bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Ketika perempuan ikut turun tangan, itu menjadi energi besar bagi pembangunan desa,” ungkapnya.
Program pembangunan jalan tersebut ditargetkan selesai tepat waktu dan diharapkan mampu membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Di balik sekop yang diangkat Mia Sofiani, tersimpan pesan kuat bahwa perubahan desa tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi dari keberanian warga untuk ikut bergerak dan peduli terhadap masa depan lingkungannya sendiri. (CG/Pendim 0611)
