Penanaman Pohon di Situs Cipabeasan Jadi Wujud Kolaborasi Pelestarian Alam dan Sejarah di Desa Cupunagara


Subang || Semangat pelestarian lingkungan dan penjagaan warisan budaya kembali diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan Situs Cipabeasan, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Jum’at (8/5/2026)
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi, dan lembaga adat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus melindungi kawasan bersejarah yang memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran dari Dinas Kehutanan Subang yang dipimpin oleh Eman Suparman beserta staf, perwakilan BEM Fakultas Ekonomi dan Politik Universitas Pasundan Bandung, Sekretaris Desa Cupunagara, Ketua Lembaga Adat Desa, Ita Koswara, beserta anggota, serta tokoh dan pengurus Lembaga Adat Desa Cupunagara yang mengelola kawasan situs adat tersebut di bawah kepemimpinan Ita Kosawara.
Dalam suasana penuh kebersamaan, para peserta melakukan penanaman pohon di area sekitar situs sebagai upaya penghijauan dan perlindungan kawasan. Penanaman pohon dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat resapan air, mencegah erosi, serta menciptakan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.
Nandang TH selaku Kepala Bidang Pelestarian dan Perlindungan Tapak Sejarah yang juga Kepala Bidang Lingkungan Gema Bela Negara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nyata pelestarian lingkungan berbasis budaya dan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, menjaga situs sejarah tidak hanya sebatas merawat nilai budaya dan peninggalan leluhur, tetapi juga menjaga lingkungan hidup di sekitarnya agar tetap hijau, lestari, dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Pelestarian sejarah dan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Alam yang terjaga akan memperkuat keberlangsungan situs budaya, dan budaya yang hidup akan melahirkan kesadaran untuk menjaga alam,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan, sejarah, dan nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan Situs Cipabeasan tidak hanya menjadi kawasan bersejarah, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama terhadap pelestarian alam, budaya, dan masa depan lingkungan di Kabupaten Subang. (Cepi Gantina)
