Jawa Barat Perkuat Peran Strategis Energi Bersih Lewat Inovasi Panas Bumi

PORTALBELANEGARA.COM//CIANJUR — Di tengah dorongan global menuju energi bersih, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia, mencapai 27,3 gigawatt (GW). Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui proyek pengembangan panas bumi di Kabupaten Cianjur oleh PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP).
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cipanas yang dikembangkan DMGP menjadi bagian dari strategi nasional dalam mendorong kemandirian energi berbasis sumber terbarukan dan ramah lingkungan. Dalam pelaksanaannya, pengembang mengedepankan standar keselamatan ketat, kepatuhan regulasi, serta perlindungan ekosistem di sekitar wilayah kerja.
Pengembangan ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Menanggapi berbagai kekhawatiran publik, sejumlah pakar menegaskan bahwa aktivitas panas bumi tidak berdampak negatif terhadap stabilitas lingkungan sekitar.
Pakar Vulkanologi dari Universitas Padjadjaran, Prof. Nana Sulaksana, menjelaskan bahwa fenomena longsor merupakan proses alami akibat pergerakan material dari tempat tinggi ke rendah karena gravitasi, yang dapat terjadi di berbagai wilayah, termasuk pegunungan,Rabu 22/04/2026.
“Seluruh proses dalam kegiatan panas bumi, seperti pembukaan lahan hingga pengeboran, dilakukan dengan perhitungan geoteknik yang matang sehingga stabilitas lereng tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengambilan uap panas bumi tidak memengaruhi struktur utama gunung karena menggunakan sumur berdiameter kecil yang diperkuat pipa baja dan semen. Selain itu, lokasi proyek telah melalui kajian geologi untuk meminimalkan risiko bencana.
Hal senada disampaikan Pakar Geologi Universitas Padjadjaran, Dr. Dewi Gentana. Ia memastikan bahwa aktivitas panas bumi tidak mengganggu sumber air masyarakat.
“Air yang digunakan berasal dari kedalaman sekitar 2.000 meter, berbeda dengan sumber air warga, sehingga tidak saling memengaruhi,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak adanya proses pembakaran membuat kualitas udara tetap terjaga.
Dalam operasionalnya, DMGP menerapkan sistem reinjeksi, yakni mengembalikan air ke dalam bumi setelah digunakan untuk menjaga keseimbangan alami. Praktik ini telah terbukti berhasil di berbagai wilayah, seperti Kamojang, Jawa Barat, yang selama puluhan tahun menunjukkan keberlanjutan antara pembangkit panas bumi, lingkungan, dan aktivitas pertanian.
Selain aspek teknis, DMGP juga berkomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar melalui berbagai program sosial. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan telah melakukan renovasi fasilitas umum di Desa Cipendawa, memberikan dukungan tempat ibadah di Pasir Cina dan Desa Sukatani, serta menyalurkan bantuan sosial bagi pesantren dan anak yatim di wilayah sekitar.
Kepala Teknik Panas Bumi DMGP, Yunis, menyatakan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari sisi energi, tetapi juga dampak sosialnya.
“Kami ingin kehadiran proyek ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga dapat tumbuh dan berkembang bersama,” ujarnya.
Melalui sinergi antara teknologi, kepedulian lingkungan, dan kolaborasi dengan masyarakat, pengembangan panas bumi di Cianjur diharapkan menjadi langkah strategis menuju masa depan energi yang bersih dan berkelanjutan.
Tentang DMGP
PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) merupakan anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk yang bergerak di bidang energi terbarukan, khususnya panas bumi. Wilayah kerja perusahaan berada di Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang telah ditetapkan sebagai Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), DMGP juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

