Perkuat Kemandirian Perempuan Desa, Gapoktan Restu Bumi Latih Pengolahan Hasil Tani


Garut || Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa terus dilakukan oleh Gapoktan Restu Bumi Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang. Melalui kegiatan pelatihan pengolahan hasil pertanian, Gapoktan menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Bumi untuk mengembangkan keterampilan mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Jum’at (17/4/2026)
Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta terdiri dari 17 perempuan dan 13 laki-laki ini menghadirkan pelatihan pembuatan berbagai olahan berbahan dasar kentang granola, seperti keripik kentang dan mustopa kentang. Pelatihan ini secara khusus menekankan penggunaan jenis kentang granola yang dinilai lebih cocok untuk olahan dibandingkan jenis atlantik.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, Gapoktan menghadirkan praktisi langsung, yakni Pak Apip “Nastra”, seorang pelaku usaha yang telah berpengalaman dalam produksi keripik kentang di wilayah Padasuka. Dengan pendekatan praktik langsung, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga keterampilan teknis mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan.
Ketua Gapoktan Restu Bumi, Hari M. Hindawan yang akrab disapa Karyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam meningkatkan peran perempuan desa agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membuka peluang bagi para ibu, terutama yang sudah tidak lagi kuat bekerja di kebun, agar tetap bisa menghasilkan pendapatan dari rumah. Ini adalah bagian dari upaya memuliakan perempuan dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya sesaat setelah melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan di sekretariat Gapoktan Restu Bumi, Ciroke, Giriawas, Cikajang, Garut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukanlah satu-satunya solusi, melainkan bagian dari ikhtiar berkelanjutan. Ke depan, Gapoktan Restu Bumi akan terus menghadirkan berbagai inovasi dan pelatihan lainnya guna memperluas peluang usaha masyarakat desa.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan anggota KWT Sekar Bumi, sekaligus menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk mengoptimalkan potensi hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. (Cepi Gantina)

