Gerakan Kolaborasi Hijau ke-60: Hijaukan Bukit Cinta Kembar yang Curam


Garut || Semangat menjaga alam kembali ditegaskan dalam Gerakan Kolaborasi Hijau ke-60 yang digelar di Bukit Cinta Kembar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Pada kegiatan ini, tim menanam empat pohon beringin serta pohon nangka, alpukat, kiamis, marukan, dan manglid sebagai bagian dari upaya konservasi dan penghijauan kawasan lereng. Rabu (11/2/2026)
Bukit Cinta Kembar dipilih sebagai lokasi gerakan karena kondisi lahannya yang sangat curam dan rawan erosi. Penanaman di titik ini menjadi simbol bahwa gerakan ini hadir bukan hanya di lokasi yang mudah dijangkau, tetapi juga di kawasan yang membutuhkan perhatian serius demi menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain penanaman, tim juga membuat jalan setapak menuju puncak bukit untuk memudahkan akses perawatan dan pengawasan pohon ke depan. Langkah ini menegaskan komitmen bahwa Gerakan Kolaborasi Hijau bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan.
Kepala Bidang Lingkungan dan Konservasi, Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kawasan dengan tingkat kemiringan tinggi.
“Bukit Cinta Kembar memiliki kontur yang cukup ekstrem. Penghijauan di wilayah seperti ini sangat penting untuk mencegah erosi dan menjaga daya dukung lingkungan. Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang terlibat dalam gerakan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Jaeni, menegaskan bahwa gerakan ini adalah komitmen jangka panjang.
“Kami tidak ingin hanya menanam lalu selesai. Jalan setapak yang dibuat hari ini adalah bukti bahwa kami serius merawat pohon-pohon ini sampai tumbuh besar. Kolaborasi adalah kekuatan utama untuk mengembalikan hijau di lereng-lereng Garut,” katanya.
Melalui Gerakan Kolaborasi Hijau ke-60 ini, harapan kembali ditanam di lereng Bukit Cinta Kembar bahwa dengan kebersamaan dan konsistensi, kawasan curam pun dapat kembali menjadi benteng hijau bagi masa depan. (Jajang Nurjaman)

