Kolaborasi Hijau ke-59 Fokus Pemeliharaan Tanaman di Gunung Congkrang

Garut || Pemeliharaan tanaman menjadi fokus utama dalam Aksi Kolaborasi Hijau ke-59 yang digelar di Gunung Congkrang pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini semakin menegaskan bahwa gerakan penghijauan yang diprakarsai oleh Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut bukanlah gerakan biasa atau bersifat seremonial semata.

Lebih dari satu tahun perjalanan Kolaborasi Hijau menunjukkan bahwa konsistensi adalah motor utama gerakan. Tidak hanya berhenti pada penanaman, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut terus memastikan tanaman yang telah ditanam dirawat dan dipelihara agar tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Lukmanul Hakim, Kepala Divisi Lingkungan dan Konservasi Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut mengungkapkan bahwa fokus pemeliharaan merupakan tahapan paling krusial dalam penghijauan.

“Menanam adalah langkah awal, namun merawat adalah bentuk tanggung jawab. Dari pemeliharaan inilah keberhasilan penghijauan dapat benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wawan Ule, selaku Ketua Harian Forum Peduli Cikajang sekaligus pengurus Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut. Ia menegaskan bahwa Kolaborasi Hijau lahir dari kepedulian dan kerja bersama.

“Gerakan ini tumbuh karena kolaborasi. Ketika semua elemen mau turun tangan dan konsisten, ikhtiar kecil akan menjadi kekuatan besar bagi kelestarian alam,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Babinsa Desa Mekarjaya, Sertu Carsono, yang dikenal tak pernah ketinggalan dalam setiap gerakan Kolaborasi Hijau. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan TNI melalui Babinsa merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.

“Menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Kolaborasi Hijau memberi contoh bahwa merawat tanaman adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Cepi Gantina Sekretaris Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut menegaskan bahwa fokus pemeliharaan pada Kolaborasi Hijau ke-59 menjadi bukti bahwa ikhtiar hijau adalah proses berkelanjutan, bukan kegiatan sesaat. Konsistensi dalam perawatan tanaman menjadi komitmen utama demi keberlangsungan ekosistem.

Melalui aksi ini, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut kembali menguatkan pesan bahwa menjaga alam membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kolaborasi lintas elemen, agar hijau yang ditanam hari ini benar-benar lestari di masa depan. (Jajang Nurjaman/Asgum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!