Hidupkan Napas Sejarah, AWMI Bakal Gelar Liga Muaythai Mahasiswa di Benteng Vredeburg

Yogyakarta || Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) menyiapkan terobosan pembinaan olahraga bela diri melalui penyelenggaraan Liga Muaythai Mahasiswa yang direncanakan digelar di kawasan bersejarah Benteng Vredeburg. Senin (26/1/2026)

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi sejarah dan penguatan karakter generasi muda. Pemilihan Benteng Vredeburg sebagai lokasi kegiatan dinilai mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi mahasiswa dengan memadukan olahraga, nilai kebangsaan, serta kesadaran terhadap sejarah bangsa, dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian kawasan cagar budaya.

Ketua AWMI, Dewanto P. Siregar, mengatakan bahwa liga ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang organisasi dalam membangun ekosistem muaythai mahasiswa yang berprestasi sekaligus berkarakter.

“Liga muaythai mahasiswa ini bukan sekadar pertandingan, tetapi wadah pembinaan atlet muda yang menjunjung disiplin, sportivitas, serta pemahaman terhadap nilai sejarah dan budaya bangsa,” ujarnya.

Menurut Dewanto, perencanaan kegiatan dilakukan secara bertahap dan kolaboratif. AWMI telah melakukan koordinasi awal dengan pengelola Benteng Vredeburg serta sejumlah mitra pendukung guna memastikan seluruh rencana berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari pendekatan pembinaan atlet yang menyeluruh, AWMI juga membuka ruang kerja sama lintas institusi dalam aspek pendampingan psikologis atlet, khususnya untuk mendukung kesiapan mental dan pengelolaan tekanan kompetisi. Dalam kerangka koordinasi dan sesuai mekanisme yang berlaku, AWMI merencanakan keterlibatan Psikolog Olahraga dari Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) sebagai bagian dari dukungan pembinaan non-teknis atlet.

Sejalan dengan pendekatan pembinaan tersebut, pandangan turut disampaikan oleh perwakilan Tim Dispsial, Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog, yang saat ini sedang menjalankan penugasan pendampingan psikologis di lingkungan Kawedanan Keprajuritan Kraton Yogyakarta. Ia menilai pemilihan Benteng Vredeburg sebagai lokasi kegiatan memiliki makna historis yang kuat sebagai ruang simbolik sejarah Yogyakarta.

Menurutnya, Yogyakarta merupakan ruang penting dalam perjalanan sejarah Kerajaan Mataram Islam sebagai bagian dari dinamika kebangsaan Nusantara. Dalam kerangka tersebut, pemahaman terhadap sejarah pertahanan dan kebudayaan bangsa tidak dapat dilepaskan dari posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan orientasi maritim yang turut membentuk identitas nasional. Pemanfaatan kawasan bersejarah sebagai ruang pembinaan dinilai dapat menjadi media reflektif bagi generasi muda untuk memahami nilai kebangsaan secara lebih utuh dan kontekstual.

Mahasiswa dipilih sebagai sasaran utama karena dinilai memiliki peran strategis dalam regenerasi atlet nasional sekaligus sebagai agen perubahan di lingkungan akademik dan sosial.

“Kami berharap liga ini menjadi ruang pembinaan yang utuh bagi mahasiswa, baik dari sisi prestasi olahraga maupun pembentukan karakter,” tambah Dewanto.

Saat ini, AWMI masih mematangkan aspek teknis pelaksanaan, termasuk format liga, jadwal pertandingan, serta integrasi kegiatan pendukung berbasis budaya. Ke depan, Liga Muaythai Mahasiswa di Benteng Vredeburg diharapkan berkembang sebagai agenda pembinaan berkelanjutan yang berkontribusi bagi pengembangan olahraga nasional sekaligus penguatan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!