Kolaborasi Hijau ke-57 Fokus Pemeliharaan Tanaman di Tengah Terjangan Angin Kencang

Garut || Kegiatan Kolaborasi Hijau ke-57 dilaksanakan hari ini dengan melibatkan para relawan yang tetap berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang cukup menantang. Angin yang bertiup kencang tidak menyurutkan semangat para relawan untuk turun langsung ke lapangan dan melakukan aksi pemeliharaan tanaman secara menyeluruh, di Gunung Congkrang, Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Cikajang, Garut. Sabtu (24/1/2026)

Fokus kegiatan kali ini diarahkan pada pemeliharaan tanaman, meliputi pembersihan rumput liar di sekitar tanaman, perbaikan ajir, serta penguatan kembali ikatan tanaman. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kestabilan tanaman muda agar tidak roboh atau rusak akibat terpaan angin yang kencang, sekaligus memastikan tanaman tetap tumbuh dengan baik.

Sekretaris Paguyuban Kolaborasi Hijau, Cepi Gantina, menyampaikan bahwa pemeliharaan merupakan fase krusial dalam gerakan penghijauan. Menurutnya, keberhasilan menanam tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi dari sejauh mana tanaman tersebut dirawat hingga tumbuh kuat dan memberi manfaat bagi lingkungan.

“Kondisi angin yang cukup ekstrem saat ini justru menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan ajir dan ikatan agar tanaman tetap terlindungi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kolaborasi Hijau kembali menegaskan komitmennya untuk merawat alam secara berkelanjutan. Kerja sunyi para relawan hari ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu hadir dalam seremoni besar, tetapi tumbuh dari konsistensi, ketekunan, dan keberanian menjaga yang telah ditanam demi masa depan yang lebih hijau. (Jajang Nurjaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!