Program Recovery Lahan Eks PMDK di Kebun Cisaruni, Kolaborasi Hijau dan Forkopimcam Dorong Pemulihan Fungsi Lingkungan

Garut || PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional II Kebun Cisaruni melaksanakan Program Recovery Lahan melalui kegiatan penanaman pohon kayu-kayuan di areal eks garapan PMDK yang berada di Blok Situayu 8, Afdeling Situayu Kebun Cisaruni, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis sekaligus pengembalian fungsi ekologis kawasan perkebunan.

Kegiatan penanaman dilaksanakan di areal Hak Guna Usaha (HGU) PTPN I Regional II dan dihadiri oleh Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono beserta jajaran, Sekretaris Kecamatan Cikajang Ratu Ayu Dinar Wira Pertiwi, Babinsa Desa Giriawas, Serma Ladianto, penggarap lahan eks PMDK, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, mahasiswa KKN, perwakilan LSM dan Ormas se-Kecamatan Cikajang, serta undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 800 pohon kekayuan ditanam, yang terdiri dari Ekaliptus, Gamelina, dan Manglid. Program recovery lahan ini tidak hanya bertujuan menghijaukan kembali kawasan yang sempat tergarap, tetapi juga mengembalikan peruntukan awal lahan. Areal yang sebelumnya merupakan kebun teh akan kembali ditanami tanaman teh, sementara untuk lahan terjal dengan tingkat kemiringan di atas 35 derajat difokuskan pada penanaman tanaman kayu-kayuan sebagai langkah konservasi untuk menjaga kestabilan tanah dan mencegah erosi.

Asisten Kepala PTPN I Regional II Kebun Cisaruni, A. Ria Rahardi, menyampaikan bahwa program recovery lahan saat ini telah menjadi program resmi PTPN, khususnya untuk lahan-lahan kritis dan lahan eks PMDK. Program ini dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk mengembalikan fungsi lahan secara ekologis dan berkelanjutan.

“Kedepan, program ini akan dikembangkan dengan penanaman tanaman teh dan kayu-kayuan, disesuaikan dengan karakteristik lahan, terutama pada wilayah dengan kemiringan tertentu, agar aspek konservasi dan produktivitas dapat berjalan seimbang,” ujarnya.

Kehadiran Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari sinergi multipihak dalam pemulihan lingkungan. Partisipasi paguyuban tersebut menunjukkan bahwa gerakan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung program pemulihan lahan, sekaligus mendorong kesadaran bersama untuk merawat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cikajang, Ratu Ayu, mengapresiasi pelaksanaan program recovery lahan tersebut sebagai langkah nyata kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga wujud rasa terima kasih manusia kepada alam atas manfaat besar yang telah diberikan.

“Apa yang kita tanam hari ini sesungguhnya adalah menanam harapan bagi masa depan anak cucu kita. Alam tidak hanya menyediakan udara bersih, tetapi juga nilai ekonomi yang menopang kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, semangat kolaborasi seperti ini perlu terus dijaga untuk membangun Cikajang yang lebih lestari,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara PTPN I Regional II, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, masyarakat, mahasiswa, serta elemen organisasi kemasyarakatan, Program Recovery Lahan Eks PMDK di Kebun Cisaruni diharapkan mampu menjadi contoh sinergi pemulihan lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan alam. (Cepi Gantina) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!