Dispsial Perkuat Profesionalisme Seleksi Abdi Dalem Prajurit Kraton Yogyakarta


Yogyakarta || Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pembinaan sumber daya manusia berbasis nilai budaya dan keprajuritan. Pada Minggu (18/1/2026), Tim Dispsial terlibat aktif dalam Sidang Penentuan Akhir (Pantukhir) Calon Abdi Dalem Prajurit Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dilaksanakan bersama Kawedanan Kaprajuritan Kraton Yogyakarta.
Sidang Pantukhir bertujuan untuk menetapkan kelulusan akhir calon Abdi Dalem Prajurit berdasarkan hasil seluruh tahapan seleksi yang telah dilalui secara objektif, komprehensif, dan profesional.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penghageng II Kawedanan Kaprajuritan selaku Manggala Prajurit, KPH Notonegoro, yang didampingi oleh Kepala Dispsial Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung P., M.M., M.Phil., Staf Kawedanan Kaprajuritan, serta Tim Dispsial untuk Kraton Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, KPH Notonegoro menyampaikan bahwa Kraton Yogyakarta membuka rekrutmen terbuka Abdi Dalem Prajurit sebagai bagian dari upaya regenerasi penerus pelestari budaya. Rekrutmen ini bertujuan menjaring sumber daya manusia unggul yang memiliki kecintaan, pemahaman, dan komitmen terhadap nilai-nilai budaya.
Pada proses seleksi ini, Tim Dispsial berperan memberikan pertimbangan dan rekomendasi profesional terkait interpretasi hasil psikotes, serta melakukan pendampingan psikologis pada pelaksanaan tes kesegaran jasmani dan tes baris nasional.
Peran tersebut menjadi krusial sebagai bahan pertimbangan objektif bagi pimpinan sidang dalam menentukan kelulusan akhir Calon Abdi Dalem Prajurit Rambah V, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya berbasis kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga mempertimbangkan ketangguhan mental, stabilitas emosi, dan kesiapan pribadi para calon.
Kepala Dispsial, Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung Priambodo, menyampaikan bahwa seorang Abdi Dalem Prajurit harus memiliki potensi psikologis yang memadai untuk menjadi pegiat sekaligus pelestari budaya Mataraman di lingkungan Kraton Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa kejayaan Mataram memiliki keterkaitan erat dengan kejayaan maritim bangsa, sehingga diperlukan kader-kader muda yang tanggap, tanggon, dan trengginas, serta memiliki nasionalisme, patriotisme, dan cinta bahari.
Tim Dispsial yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog, Letda Laut (KH) Aji Bima Putra, S.Psi., dan Letda Laut (KH) M. Ariekusumo Purwandhana, S.Psi., yang bersinergi erat dengan Tim Kawedanan Kaprajuritan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dari total 165 pendaftar, sebanyak 46 calon dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu pendadaran dan baris keprajuritan, yang sepenuhnya dilaksanakan oleh Tim Kawedanan Keprajuritan.
Keterlibatan Dispsial dalam proses ini mencerminkan komitmen TNI AL dalam mendukung penguatan karakter, ketangguhan mental, dan profesionalisme seni keprajuritan yang berbasis budaya, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara institusi militer dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

