Uu Ruzhanul Ulum, SE., Menghadiri Pembukaan Camp Religi Tingkat Nasional Mujahid Brigade Masjid Tahun 2019

PORTALBELANEGARA.COM, Kab.Sukabumi – Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, SE., membuka kegiatan Camp Religi Tingkat Nasional Mujahid Brigade Masjid Tahun 2019 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BPKPRMI). Bertempat di Gedung Bazul Asyhab Pusbangdai Kabupaten Sukabumi Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Jum’at (11/10/2019).

Maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membangun jiwa korsa sesama anggota Brigade masjid di seluruh penjuru Nusantara, dengan tujuan untuk memperkuat iman, taqwa, akhlak mulia, wawasan kebangsaan serta berbagi pengalaman dan pengamalan dengan tetap beriorentasi pada penumbuhan karakter Pemuda Remaja Masjid yang bersatu. Bahagia bersama masjid, hanya berharap ridho Allah SWT bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas diri dan menebarkan kemanfaatan untuk sesama, sehingga dari kegiatan itu semua diharapkan Brigade masjid semakin luas wawasannya dan kuat gerak perjuangannya untuk memakmurkan masjid dengan karakter pribadi yang tidak memperturutkan hawa nafsunya dengan melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa Masjid sebagai sarana ibadah dan masjid juga bisa di manfaatkan untuk sarana inspirasi pembangunan negara.

“Jangan tabu bicara politik di masjid, asalkan untuk kepentingan umat beragama.
Masjid bisa dijadikan konsultasi dalam bidang ekonomi,” papar kang Uu sapaan akrab Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut.

Saat ini masjid termajinalkan lanjutnya, “karena di mesjid dilarang bicara politik dan ekonomi. Padahal masjid bisa menjadikan sarana diskusi bagi umat Islam karena masjid lambang kebesaran agama Islam,” lanjutnya.

“Tidak ada kekuatan tanpa persatuan. Mesjid sebagai syiar Islam. Perkembangan masjid sudah jauh dibadingkan perkembangan rumah ibadah agama lain. Dan ini membuktikan bahwa Islam sangat toleransi terhadap agama lain,” lanjutnya lagi.

“Saat ini Islam di cap dan di fitnah sebagai radikalisme dan intoleran pada hal Islam sangat toleran terhadap agama lain. Jabar harus menjadi juara batin sebagai penguatan akidah, sehingga tidak bisa digoyahkan dalam bentuk apapun,” tambah Kang Uu.

Diakhir Kang Uu menyampaikan, Jabar harus menjadi motor dalam pengembangan Islam, perkuat Islam darii mulai magrib mengaji dan shubuh berjamaah. Dan Program Prov Jabar Akan mengadakan pinjaman tanpa jaminan dengan program kredit mesra untuk mengantisipasi rentenir, dengan syarat pinjam 1 jt rupiah harus hapal 1 juzz, dengan fasilitatornya Dewan Masjid Indonesia,” pungkasnya. (Asep)

Kusnadi, S.Pd

Kusnadi, S.Pd

Berusaha untuk memberikan informasi dengan mengutamakan kecepatan dan kedalaman suatu berita secara berimbang, sehingga dapat memberikan pencerahan yang cerdas kepada para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *