Sejarah Dibalik Nama Situ Usuk Cukang Paku, Salah Satu Destinasi Wisata Di Kabupaten Sukabumi

PORTALBELANEGARA.COM, Kab. Sukabumi – Situ Usuk Cukang Paku terletak di kampung Talaga Darmawangi, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Pemandangan disekitar Situ menghadirkan panorama yang indah, dikelilingi hutan Pinus menambah daya tarik tersendiri yang dihadirkan Situ Usuk Cukang Paku. Sehingga wajar saat ini Situ Usuk Cukang Paku menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

Kali ini Tim Liputan Portal Bela Negara sengaja mengunjungi salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Talaga Darmawangi, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran. Tokoh tersebut bernama Usep Supendi Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Setia Wargi Desa Sirnasari. Senin (14/10/2019)

Usep Supendi memaparkan awal berdirinya Situ tersebut kepada Tim Portal Bela Negara. Situ tersebut pertama kali di bangun yang dipelopori oleh salah satu tokoh yang bernama Yusup yang akrab dipanggil Usup. Dia adalah salah satu inisiator yang memiliki gagasan untuk membangun Situ di Kampung tersebut.

“Dengan di bantu Bapak Sape’i, Bapak Madsani Aki dan beberapa tokoh-tokoh lain yang sebenarnya pada waktu itu warga setempat pun berkeinginan untuk membendung sawah yang saat ini menjadi Situ Usuk Cukang Paku,” papar Usep.

“Adapun nama Situ Usuk Cukang Paku sendiri diambil dari nama orang yang pertama kali mengerjakan atau inisiator yang berkeinginan membendungnya,” imbuh Usep.

Dari tahun ke tahun air tersebut tidak pernah surut, melihat potensi yang ada ketua LMDH Satia Wargi Usep Supendi (45) bekerjasama dengan Perhutani dan Dinas Pertanian melalui jaringan irigasi desa, sehingga dibuat tembok bendungan dan akhirnya air tersebut bermanfaat juga untuk mengairi sawah di sekitar kampung.

Di tahun 2016 lalu ketua LMDH Satia Wargi mempunyai ide untuk membuat destinasi wisata, sehingga pada waktu itu pemuda di kampung tersebut sepakat untuk menjadikan situ tersebut menjadi destinasi wisata.

Melihat semakin berkembangnya wisata tersebut, sehingga tercetuslah sebuah nama destinasi wisata Situ Cukang Paku namun kini dikenal dengan Situ Usuk Cukang Paku kembali kepada nama yang diberikan oleh para pendahulunya.

“Jika teman-teman komunitas RIPA (Remaja Islam Pecinta Alam) atau organisasi yang berkeinginan untuk sama-sama mengembangkan potensi wisata tersebut, mari kami sebagai pengelola sangat membuka teman-teman di Desa Sirnasari ataupun dari luar Desa Sirnasari,” tuturnya.

“Untuk sama-sama membangun dan melestarikan aset desa sehingga perekonomian masyarakat setempat meningkat, dengan tidak mengenyampingkan muatan lokalnya,” terang Usep.

“Kami juga sangat melarang Situ tersebut dijadikan sebagai tempat kegiatan yang tidak sesuai dengan norma agama maupun UU, mohon dengan sangat kepada teman-teman untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar hukum, ini hanya semata-mata digunakan untuk kita me refresh hati dan fikiran kita, supaya tenang dan dapat menghilangkan kepenatan kita dari kesibukan aktifitas sehari-hari,” jelasnya.

Usep pun berharap semoga Situ Usuk Cukang Paku menjadi titik sentral destinasi wisata yang paling unggul di Kecamatan Pabuaran, khususnya dan di Kabupaten Sukabumi umumnya sehingga bisa mendatangkan wisatawan-wisatawan lokal dan manca negara.

Selain wisata Cukang Paku, disana juga terdapat Batu yang dikenal dengan wisata Batu Pitangkeub, dan kini batu tersebut di kenal dengan sebutan Batu Cinta. Letaknya tak jauh dari Situ Cukang Paku, hanya berjarak 300 meter. Jadi setelah mengunjungi Situ Usuk Cukang Paku, pengunjung pun bisa sekalian mampir untuk menikmati keindahan Batu Cinta. (Iyal dan Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *