Sebuah Refleksi Kebenaran Sejarah, Hari Guru 25 November 2019/HUT PGRI Ke-74

Ditulis oleh : M. Qudrat Nugraha, Ph.D
Beliau adalah Dewan Pembina PGRI sekaligus Sekjen Yayasan Barisan Patriot Bela Negara (BPBN)

PORTALBELANEGARA.COM, Jakarta – Sejarah kelahiran Anda/manusia sebagai individu tentu hari tanggal dan jam nya sangat tidak mungkin diubah sebagai suatu fakta kebenaran sejarah. Demikian juga dengan kelahiran organisasi profesi guru (PGRI) di Indonesia.

PGRI terlahir dari anak kandung proklamasi kemerdekaan RI (25 November 1945) yaitu tepat 100 hari setelah Hari Kemerdekaan NKRI 17 Agustus 1945 merupakan sebuah fakta sejarah dan kontribusi nyata para Guru Pejuang, Tentara Pelajar, kaum guru umumnya dan pegawai pendidikan (di zaman itu) untuk kemerdekaan NKRI.

Kebenaran dan pengakuan atas fakta sejarah ini kemudian diwujudkan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto yaitu dengan diterbitkannya Keppres RI No.78 th.1994 bahwa hari Guru 25 November ialah bertepatan juga dengan hari ulang tahun organisasi profesi guru PGRI (noted: ini mempunyai makna yang luas dan keluhuran budi penghargaan terhadap guru) Hal ini juga ada kaitannya dengan Undang-Undang No.14 Th.2005 tentang Guru dan Dosen yang telah berjuang untuk bisa melahirkan UU ini.

Bagi saya mantan Sekjen PB PGRI (2013-2019) saat ini Dewan Pembina PGRI sekaligus Sekjen Yayasan Barisan Patriot Bela Negara (BPBN), siapapun yang tidak cinta PGRI berarti tidak mencintai gurunya. Kemudian siapapun yang ingin menghancurkan atau mengkerdilkan PGRI bisa mempunyai arti tidak senang terhadap NKRI. Karena PGRI bukan hanya sekedar organisasi profesi biasa, tetapi PGRI ialah sekaligus organisasi perjuangan untuk tetap tegaknya NKRI.

Akhirnya dalam kesempatan baik ini saya menyampaikan, DIRGAHAYU PGRI, SEJAHTERA GURUKU, BERSAMA INDONESIA MAJU, SELAMAT BERJUANG MERDEKA NKRI HARGA MATI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *