Satgas TMMD Ke-110 Kodim 0610/Sumedang Manfaatkan Lahan di Sekitar Lapangan Desa Kertamukti Dengan Membudidayakan Tomat dan Terong

PORTALBELANEGARA.COM, Sumedang – Di tengah pandemi Covid-19 (Virus Corona), Satgas TMMD ke 110 Kodim 0610/Sumedang memanfaatkan lahan di sekitar Lapangan Desa Kertamukti, dengan membudidayakan tanaman Tomat dan terong menggunakan media polybag dengan memakai pupuk Bios 44.

Komandan SSK TMMD ke 110 Kodim 0610/Sumedang Kapten Inf Dedi Ruanto mengatakan, pemanfaatan lahan sempit dengan budidaya Tomat dan terong menggunakan polybag dan memakai pupuk organik Bios 44.

“Hanya menggunakan polybag dengan memakai pupuk Bios 44, tanaman Tomat dan terong yang ditanam berdaun lebat dan subur. Penanaman ini merupakan perintah Dandim 0610/Sumedang, Letkol Inf Zaenal Mustofa SE.,M.Si agar melaksanakan uji coba pupuk Bios 44 di kegiatan TMMD Ke 110 Kodim 0610/Sumedang,” katanya.

Dan SSK juga sudah mensosialisasikan cara pembuatan Bios 44 dan penanaman tanaman itu dengan memakai pupuk Bios 44 pada sejumlah masyarakat. Selain melakukan percontohan di jajarannya masing-masing, Dan SSK juga meminta agar disosialisasikan penggunaan pupuk Bios 44 kepada masyarakat. Ini sebagai upaya memelihara dan meningkatkan keeratan hubungan antara TNI dengan masyarakat sekitar. Sehingga terwujud kemanunggalan yang kokoh antara TNI dan masyarakat.

“Intinya, bagaimana keberadaan TNI dalam bersinergi dengan masyarakat menjaga ketahanan pangan untuk kesejahteraan bersama,” sambungnya.

Menurutnya, pupuk Bios 44 ramah lingkungan, karena merupakan gabungan mikro organisme berfungsi untuk mempercepat pembusukan material organik lahan gambut, melembabkan dan menutup rongga gambut dengan hifa atau sejenis lendir.

Pupuk Bios 44 bisa memproduksi endospore yang tahan terhadap lingkungan seperti panas, asam dan garam, sehingga dapat berada di lingkungan ekstrim dalam jangka waktu yang lama.

“Salah satu contoh yang telah merasakan pemakaian pupuk Bios 44,yaitu dilahan Demplot Kodim 0610/Sumedang yang berada di Desa Citimun,yang tadinya merupakan pasir dan bebatuan gersang bisa berubah menjadi hamparan tanaman jagung yang subur dan mendapatkan hasil panen yang sangat memuaskan, dan harapan kami juga semoga warga masyarakat di Desa kertamukti khususnya bisa memanfaatkan pupuk bios 44 ini secara maksimal dan bisa memanfaatkan lahan sempit untuk bercocok tanam,” pungkas komandan SSK. (MC10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!