Petugas Melarang Para Penumpang Yang Terlantar Menginap di Penginapan Pelabuhan Tanjung Wangi

PORTALBELANEGARA.COM, Banyuwangi –  Yang dikeluhkan para penumpang penyebrangan Banyuwangi menuju pulau sapeken tidak mempersoalkan tidak jelasnya keberangkatan kapal menuju ke pulawan sapeken, meskipun sudah hampir satu minggu terlantar menunggu kapal,tapi yang sangat di sayangkan sekali adalah dari petugas pelabuhan yang tidak memberikan kejelasan keberangkatan kapal. Kamis (07/11/19).

Dan yang paling menyakitkan hati para penumpang adalah dari sikap petugas yang bertugas di pelabuhan tanjung wangi Banyuwangi, alih-alih membantu justru sikap arogan yang diperlihatkan dengan menutup dan mengunci gerbang dan pintu tempat penginapan para penumpang

Bustami salah satu calon penumpang mengatakan, sangat menyesali sikap dan perlakuan para petugas pelabuhan yang mengunci dan menutup gerbang dan pintu penginapan

“Saya dan beberapa penumpang yang lain sudah 5 hari terlantar di pelabuhan ini, menunggu keberangkatan kapal menuju kepulauan sapeken, madura, dan paling membuat hati kami kesal, kami malah dilarang menginap di penginapan penumpang, sehingga kami terlantar, ada yang nginap numpang di musholla, ada yang nginap di bawah pohon, dan ada yang nginap di emperan ruko” terang beberapa penumpang.

Hal yang sama di sampaikan oleh Rasidi yang juga calon penumpang mempertanyakan fungsi dan tujuannya penginapan yang dibangun oleh pemerintah, bukannya penginapan itu di bangun untuk calon para penumpang agar tidak terlantar, ini kok malah penumpang dilarang menginap.

berdasarkan pengamatan wartawan portalbelanegara.com beberapa penumpang sudah ada yang kehabisan uang untuk kebutuhan makan selama di pelabuhan, dan yang paling sangat kasian melihatnya ada beberapa penumpang yang membawa bayi dan anak kecil para penumpang berharap agar pemerintah dan petugas agar mengayomi dan mempersilahkan untuk menginap di penginapan.

Jurnalis : Sudirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *