Persatuan Umat, Nampak Pada Kajian Bulanan Santri Siap Sauyunan (S3)

PORTALBELANEGARA.COM, Garut – Persatuan dalam Islam menurut Alquran adalah sesuatu yang sangat esensial, harus dirawat, dibangun dan juga dijaga.
Belakangan, berbagai perselisihan kerap terjadi. Banyak fitnah dan perpecahan terjadi hanya karena mengejar kepentingan pribadi atau golongan sehingga seringkali persatuan dan persaudaraan disisihkan.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan ummat. Seperti upaya yang tengah dilakukan oleh KH Aten Muhidin Mukhtar, salah seorang tokoh dan penggagas pengajian rutin bulanan yang bertajuk “Kajian Bulanan Santri Siap Sauyunan (S3) Ngaji Bareng Syarikat Islam”.

Kajian Bulanan tersebut diikuti oleh berbagai Ormas, LSM, OKP, Komunitas serta warga sekitar  khususnya di wilayah Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Sehingga tampak persatuan dan kesatuan umat dalam kegiatan tersebut.

Masjid Al Musallamah yang terletak di Kp. Pasar Wetan, Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang, menjadi tempat dilaksanakan Kajian Bulanan yang diselenggarakan rutin setiap malam sabtu di minggu keempat tersebut.

Jamaah Kajian Bulanan Santri Siap Sauyunan (S3) tersebut menjadi magnet bagi para jamaah yang berasal dari warga sekitar dan lintas Ormas, OKP, LSM dan komunitas. Seperti Ormas Pemuda Pancasila, Gibas, Laskar Indonesia, Raksabaraya, Syarikat Islam, KBN, Para Perindu Hidayah, Pejuang Subuh, KOPTA,  Biker Subuh Akbar, Cikajang Raya, Karang Taruna setiap Desa se Kecamatan Cikajang dan yang lainnya.

Jamaah atau santri asuhan KH Aten Muhidin Mukhtar ramai-ramai mengkaji dan memperdalam ilmu agama meskipun ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda saat ini. Tentunya, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Kajian bulanan ini menjadi agenda bulanan kami yang dilaksanakan setiap malam sabtu di minggu keempat,” kata KH Aten. Jumat lalu (26/06 2020)

Dirinya mengungkapkan bahwa Kajian Bulanan tersebut dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu, tepatnya pada tanggal 23 Maret 2019, dengan tujuan untuk memakmurkan masjid. Berawal saat dirinya selalu rutin diundang untuk mengisi pengajian di berbagai Ormas, OKP, LSM serta komunitas. Sehingga saat itu lah tercetus ide untuk menggabungkan pengajian dari berbagai organisasi dan kelompok tersebut.

“Dengan harapan umat muslim meskipun datang dari latarbelakang yang berbeda namun dapat bersatu padu didalam dan diluar pengajian ini,” tambahnya.

Masih menurut KH Aten, “Alhamdulillah berawal dari 13 Ormas, kini jamaah kajian bulanan ini sudah bertambah banyak,” katanya.

“Saking banyaknya jamaah yang mengikuti kajian, kini Masjid pun sudah tak dapat menampung jamaah, sehingga jamaah membludak sampai ke jalan. Hal tersebut yang kini menjadi kendala,” tambah Kyai.

Pantauan Portal Bela Negara dilokasi, sepertinya yang menjadi kendala untuk jamaah pengajian tersebut adalah persoalan tempat. Seiring dengan bertambahnya jamaah yang mengikuti pengajian, tempat pun kini menjadi kendala sehingga perlu ada perluasan tempat.

Kajian tersebut dapat menanamkan akidah yang kuat, mengembalikan semangat kaum Muslimin untuk menuntut ilmu, mengokohkan basis-basis keilmuan, menghidupkan semangat ilmiah dalam menyelesaikan segala persoalan, menjaga adab sebagai orang yang berilmu, serta membangun kesadaran umat. Semoga pihak pemerintah, instansi terkait dan para agnia, lebih peduli dengan dengan permasalahan yang dihadapi tersebut. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!