Menemukan Demokrasi

Oleh : Oksa Bachtiar Camsyah. Penulis adalah seorang mahasiswa di STIE PGRI Kota Sukabumi

Demokrasi hadir sebagai sistem yang berfungsi untuk mendistribusikan keteraturan hidup di masyarakat. Sumber legitimasi demokrasi haruslah sebuah nilai yang memang pantas untuk diperjuangkan. Bukan nafsu yang membabi buta, atau birahi yang tak terkendali. Semua tentang rasionalitas manusia dalam mencari solusi bagi permasalahan negeri.

Riuh rendah gelombang gerakan masyarakat menandakan adanya sebuah keresahan kolektif yang tumbuh dan hidup di dalam hati setiap warga negara. Menginginkan Indonesia yang lebih baik, mungkin salah satu kalimat yang paling pas untuk merepresentasikan itu semua. Tapi ingat, anarkisme bukanlah bagian dari tradisi demokrasi.

Persoalan pelik mengenai ketimpangan dan kemiskinan nampaknya menjadi residu dari adanya ketidakseimbangan dalam mengelola demokrasi di negeri kita. Belum lagi persoalan-persoalan lain, yang segendang sepenarian turut mendominasi asumsi publik tentang ketidakpercayaannya terhadap pemerintah dalam mengelola negara sebesar Indonesia.

Tapi sifat saling sindir dan saling nyinyir, saya rasa bukanlah budaya demokrasi. Tapi sayangnya pula, itu lah yang terjadi hari ini. Media sosial yang seharusnya menjadi jembatan informatif bagi upaya peningkatan kualitas kehidupan kita semua sebagai suatu bangsa, berubah drastis menjadi ruang umpatan tak kenal batas.

Mumpung belum terlambat, mari kita temukan kembali hakikat demokrasi. Mengisinya dengan nilai-nilai terbaik yang memang pantas untuk dimenangkan, menggunakan ruang-ruang dialektis yang sangat pantas dikedepankan. Bukan untuk siapa-siapa, hanya untuk masa depan rakyat semata.

Sukabumi, Oktober 2019.

Editor : Adi Purnama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *