Keluarga Besar Korem 132/Tadulako Terima Pengarahan Waaster Kasad

PORTALBELANEGARA.COM, Palu – Keluarga Besar Korem 132/Tdl yang meliputi prajurit TNI dan PNS menerima pengarahan dan pembekalan dari Waaster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, S.I.P. bertempat di Aula Manggala Sakti Korem 132/Tdl, Rabu (9/10/2019).

Sebelum memberikan pengarahannya, Waaster Kasad terlebih dahulu menerima penghormatan jajar dari anggota jaga saat memasuki Markas Korem 132/Tdl dan disambut oleh Danrem 132/Tdl Kolonel Inf Agus Sasmita yang di wakili Kasrem Letkol Inf Sampang Sihotang dan para Perwira Staf lainnya.

Dalam sambutan Danrem 132/Tdl yang tertulis dibacakan oleh Kasrem 132/Tdl, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Waaster Kasad di Markas Korem 132/Tdl dan berkenan untuk memberikan pengarahan dan pencerahan kepada keluarga besar Korem 132/Tdl.

“Tentunya pokok-pokok arahan yang disampaikan Bapak Waaster Kasad akan menjadi koridor dan pedoman bagi kami dalam pelaksanaan tugas, sehingga akan semakin terbangunya saling pengertian, sinergi dan soliditas antar kesatuan,” ungkapnya.

Selain itu, Kasrem juga menyampaikan tentang pelaksaan kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) di wilayah Kodam XIII/Merdeka khususnya Korem 132/Tdl dapat dilaksanakan sesuai dengan program yang telah ditentukan dari Komando Atas.

“Banyak upaya yang telah dilakukan oleh Korem 132/Tdl beserta jajarannya untuk memelihara dan meningkatkan kegiatan Binter di wilayah dalam rangka membantu Pemda dan membantu kesulitan masyarakat”, terangnya.

Selanjutnya, dalam pengarahannya, Waaster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, S.I.P. mengatakan, bahwa kehadirannya disini akan memberikan informasi, arahan dan pengetahuan untuk mendukung tugas para aparat teritorial dalam menyiapkan generasi penerus yang unggul serta dalam menjalankan tugas dilapangan.

“Proxy War merupakan perang tidak tampak musuhnya, yaitu perang yang menggunakan pihak ke tiga atau menggunakan konsep kelompok lain”, terang Waaster Kasad.

Untuk itu, tegas Waaster Kasad, mulai hari ini saya tekankan bagi prajurit TNI dan PNS untuk bisa memerangi Proxy War dengan cara tidak ikut dalam menyebarkan berita hoak yang belum tentu kebenarannya, karena semua berita hoak adalah salah satu cara pihak ketiga untuk menguasai suatu Negara.

“Revolusi Industri 4.0 adalah tren terbaru teknologi yang sedimikian rupa canggihnya dimana dalam perkembangannya berpengaruh besar terhadap proses produksi khususnya sektor manufaktur, contoh saat ini perubahan teknologi diwarnai majunya aplikasi online di Indonesia yang menggunakan aplikasi berbasis Handphone Android”, terangnya.

Selain itu, Waaster Kasad juga menyampaikan tentang program pertanian yang dibuatnya melalui Program SP3T. “Yaitu Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu bersama Kementian Pertanian RI yang merupakan inovasi TNI AD dalam membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian khususnya di sertor pertanian padi”, pangkasnya.

Waaster Kasad juga mendirikan Panti Asuhan Putra Prajurit, panti ini didirikan untuk menyelamatkan generasi muda penerus bangsa khususnya putra/putri TNI yang ditinggal oleh orang tuanya karna meninggal dalam mencapai cita-citanya dan bisa lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara, dan tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif karena tidak ada yang mengarahkan.

“Melalui pertemuan ini saya mengajak semuanya untuk bergerak dalam menyelamatkan anak-anak yatim prajurit yang ditinggal orang tuanya meninggal untuk mencapai keutamaan yaitu ada ada 7 keutamaan dekat dengan Rasulullah SAW di surga, melunakkan hati yang keras, terpenuhinya kebutuhan hidup, memperoleh perlindungan dihari kiamat, membawa berkah kedalam rumah, menumbuhkan sifat murah hati dan menyempurnakan iman sebagai bukti cinta”, tutupnya. (Penrem_132)

Kusnadi, S.Pd

Kusnadi, S.Pd

Berusaha untuk memberikan informasi dengan mengutamakan kecepatan dan kedalaman suatu berita secara berimbang, sehingga dapat memberikan pencerahan yang cerdas kepada para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *