Gerakan Masyarakat Cikalong Kulon Sauyunan Gelar Unjuk Rasa Di Kantor Pemkab Cianjur

PORTALBELANEGARA.COM, Cianjur – Tak kurang dari 1000 orang massa melakukan unjuk rasa damai di depan Kantor Pemda Kabupaten Cianjur, Jl. Siliwangi No 40 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. Kamis (17/10/2019)

Aksi unjuk rasa damai tersebut dilakukan untuk selamatkan lingkungan. Dilakukan oleh elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cikalong Kulon Sauyunan.

Tegakan hukum sesuai Undang-undang yang berlaku. Tutup segera pabrik PT. Indo Central Mining Service and Supplier. Proses hukum pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Indo Central Mining Service and Supplier. Tiga poin tersebut menjadi tuntutan peserta aksi unjuk rasa yang di lakukan di Kantor Pemkab Cianjur tersebut.

Massa menuntut pemerintah untuk segera menutup Pabrik Galena yang dianggap sudah banyak merugikan masyarakat sekitar. Lingkungan menjadi tercemar, kualitas udara yang kian memburuk sehingga banyak masyarakat yang menderita penyakit pernapasan dan penyakit mata.

Seperti yang disampaikan oleh Ustad Emus, dalam orasinya ia menyebutkan bahwa masyarakat sudah banyak yang sakit akibat dari berdirinya pabrik Galena tersebut. Sudah 6 bulan masyarakat menyampaikan permasalahan Pabrik Galena kepada pemerintah.

“Tutup Pabrik Galena sekarang juga. Sudah banyak masyarakat yang sakit dari berdirinya pabrik Galena tersebut. Selama 6 bulan kami sudah menyampaikan permasalahan pabrik Galena, kami bukan ormas tapi saya sebagai warga masyarakat Kampung Cikalong Kulon yang hati ini ingin menuntut keadilan,” beber Ustad Emus dalam orasinya.

“Saya sebagai wakil dari masyarakat dari Cikalong Kulon meminta pemerintah untuk menutup pabrik Galena, karena telah membuat kami jadi sakit dan sesak napas,” katanya.

Sementara Ustad Heri dalam orasinya menyampaikan bahwa, “Hari ini kita aksi demi Pesantren, demi anak cucu kita. Sebetulnya persoalan ini muncul tahun yang lalu warga sekitar sudah mengajukan kepada pemerintah untuk segera menutup tetapi tidak tahu apa yang terjadi sehingga sampai saat ini perusahaan tersebut belum ditutup,” paparnya.

“Kami perjuangkan kurang lebih 6 bulan berjuang kita membuktikan bahwa kami menempuh sesuai aturan, bahwa kami sebagai rakyat taat hukum. Seandainya Pemerintah Kabupaten Cianjur bersikap tegas, mungkin kita tidak akan aksi seperti ini,” imbuhnya.

“Kami sebagai gerakan masyarakat dari Kecamatan Cikalong Kulon, memohon kepada pemerintah untuk secepatnya menutup pabrik galena,” tandas Ustad Heri.

Akhirnya perwakilan peserta aksi diterima untuk dilaksanakan Audien diruang Plt Bupati, dengan dihadiri oleh Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, SIK.SH.M.Hum, Kasat pol PP Muzani, Kabid LH Dedi, Plt.Kadis LH Drh.Chaerul, Kakesbang Pol Dadan Ginanjar, Habib Hud, Ust Abu Sutisna, Ust H. Mala, Ust Agus Rudi, Ust Tantan, Kepala perizinan Cece, Kapolsek Cikalong AKP A. Supriatna, Kabid penindakan Pol PP Robby, Kasi penindakan Heru. (Asep/A1)

Kusnadi, S.Pd

Kusnadi, S.Pd

Berusaha untuk memberikan informasi dengan mengutamakan kecepatan dan kedalaman suatu berita secara berimbang, sehingga dapat memberikan pencerahan yang cerdas kepada para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *