Bupati Blora Berhentikan Oknum SATPOL-PP Penendang Pemuda

PORTALBELANEGARA.COM, BLORA, – Viralnya video pendek di media sosial tentang oknum Satpol PP Blora yang menendang kepala seorang pemuda saat melakukan operasi di Kecamatan Cepu, disikapi tegas oleh Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.

Senin pagi (6/9/2021), Bupati langsung menggelar konferensi pers kepada awak media, didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM., Sekda Komang Gede Irawadi SE, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Sugiyanto M.Si., dan Kasatpol-PP Drs. Djoko Sulistiyono.

Bertempat di lobi Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora, Bupati menegaskan bahwa oknum Satpol PP Blora berinisial IH, pelaku penendangan terhadap seorang pemuda, akan dibebastugaskan atau diberhentikan.

“Setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi panjang, akhirnya kita putuskan untuk yang bersangkutan akan dibebastugaskan atau diberhentikan, karena pelaku ini masih pegawai kontrak. Untuk proses lebih lanjut secara teknis pemberhentian akan dilakukan Kepala Satpol-PP tentang pemutusan kontrak ini seperti apa,” tegas Bupati Arief.

Sedangkan dari sisi hukum, menurut Bupati pada hari sebelumnya sudah dilakukan mediasi di Mapolsek Cepu antara pelaku dan korban.

“Proses hukumnya seperti apa, kita serahkan kepada pihak kepolisian. Kami dari Pemkab ranahnya hanya pembinaan kepegawaian ASN maupun tenaga kontrak,” tambah Bupati.

Dengan adanya kejadian ini, Bupati mengingatkan agar seluruh anggota Satpol-PP Kabupaten Blora bisa mengutamakan humanisme dalam melaksanakan tugas di lapangan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Besok rencananya akan kita gelar apel bersama dengan Pak Kapolres dan Dandim untuk memberikan pengarahan dan pembinaan kepada seluruh anggota Satpol-PP, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pungkas Bupati.

Untuk diketahui, publik Blora mulai Kamis (2/9/2021) lalu dihebohkan dengan unggahan video berdurasi 5 detik tentang aksi penendangan kepala seorang pemuda oleh oknum Satpol-PP Blora di Kecamatan Cepu.

Hal itu terjadi ketika petugas melakukan operasi penertiban sekelompok pemuda yang dilaporkan warga sedang melakukan kumpul kebo dan konsumsi miras di salah satu rumah kost. (BRT mpni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!