Berantas Buta Huruf Al-Qur’an, Tim Nasional PMPAI Bersama Yayasan Mimbar Mengadakan Program Sukabumi Mengaji

PORTALBELANEGARA.COM, Kab.Sukabumi – Tim Nasional Peningkatan Mutu dan Pendidikan Al Qur’an Indonesia (PMPAI) bersama Yayasan Mimbar, mengadakan program Sukabumi Mengaji. Dalam rangka mendukung program Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang Religius dan Mandiri sebagai implementasi Perbup No 41 Tahun 2019, tentang Gerakan Baca Tulis Al Quran (BTQ). Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia Asep Sutarji, S.Ikom.ME., melalui keterangan tertulisnya kepada redaksi Portal Bela Negara. Senin (14/10/2019)

“Sukabumi Mengaji merupakan salah satu program yang digagas oleh Tim Nasional Pengembangan Mutu Pendidikan Al Quran Indonesia (PMPAI) dengan Yayasan Mimbar untuk Kabupaten Sukabumi Bebas dari Buta Huruf Al Quran, yang realitasnya masih banyak masyarakat Kabupaten Sukabumi belum bisa baca huruf Al Qur’an,” terang Asep Sutarji.

Selanjutnya Asep menjelaskan bahwa, “Program Sukabumi Mengaji, adalah gerakan pemberantasan buta huruf Al Qur’an untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi, dimana terkumpul para penggiat Al Qur’an yang merasa terpanggil untuk ikut ambil bagian dan terlibat, memberikan pembelajaran baca tulis Al Quran di masyarakat sekitarnya, atau di desa tempatnya tinggal untuk mewujudkan Desa Mengaji menuju Desa Makmur Mandiri,” terangnya lagi.

Para Penggiat Sukabumi Mengaji adalah pemuda baik laki-laki atau perempuan yang sudah terseleksi dan direkomendasikan oleh Ketua MUI Desa dan 1 Tokoh di Desa, yang diketahui oleh Kepala Desa setempat, dengan syarat usia kurang dari 40 tahun, bisa baca Al Quran dengan baik dan benar, mempunyai santri binaan/ anak-anak yang mengaji, peserta maksimal 2 orang per Desa.

Materi yang akan diberikan pada Diklat tersebut adalah materi Pasang surut dakwah dan pendidikan Al Qur’an di Kab. Sukabumi, Management Pengelolaan Pendidikan Al Quran, Keutamaan Belajar dan Mengajar Al Qur’an, Metodologi Pembelajaran Al Qur’an (IQRA) dan Tahsin Al Qur’an.

Dalam pelaksanaanya, imbuh Asep Sutarji, “Diklat tersebut akan dibagi menjadi 12 zona. Kegiatan Diklat akan dimulai di Zona 1 Cibadak (Cibadak, Nagrak, Parungkuda) di Masjid Cibadak Daarul Matiin pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019, jam 08.00-16.00,” imbuhnya.

Diklat untuk para Penggiat Al Quran untuk Kabupaten Sukabumi Bebas Buta Huruf Al Qur’an, tersebut tidak dipungut biaya (free) akomodasi selama pelatihan, sertifikat dan transport.

Diakhir, Asep Sutarji, S.IKom.ME., selaku ketua panitia menghimbau kepada seluruh MUI dari setiap desa agar dapat mengirimkan peserta sesuai dengan persyaratan diatas. (Red)

Asep Suparman

Asep Suparman

Berusaha untuk memberikan informasi dengan mengutamakan kecepatan dan kedalaman suatu berita secara berimbang, sehingga dapat memberikan pencerahan yang cerdas kepada para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *