Begini Upaya Babinsa Kelurahan Danukusuman Koramil 03/Serengan Untuk Selalu Dekat Dengan Keluarga Pahlawan

PORTALBELANEGARA.COM, Surakarta, Senin (10/08/2020) Babinsa Kelurajan Danukusuman Koramil 03/Serengan Kodim 0735 Surakarta, Koptu S.Tito melaksanakan komunikasi sosial dengan Ibu Siti Sumarti (Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia Brigjend Slamet Riyadi) yang Bertempat di kp.Jogosuran Rt 01 rw 05 Kelurahan Danukusuman Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Koptu Tito menegaskan ibu siti Sumarti ini adalah keponakan dari almarhum brigjend Slamet Riyadi,dimana yang ditempati sekarang ini adalah tempat lahirnya sang Jenderal.

“Kerja sama dengan warga binaan di wilayah perlu diupayakan komunikasi yang cukup intens dalam rangka menjalin hubungan kekeluargaan yang baik dan Profesional,” tuturnya.

“Tanpa adanya kerjasama yang baik tidak akan tercapai hasil secara maksimal dikaitkan dengan situasi saat yang berkembang di kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu kami Babinsa selalu aktif melaksanakan kegiatan komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama serta komponen pendukung yang ada di wilayah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tito menambahkan dengan adanya sinergitas yang baik dapat membantu menjaga keamanan masyarakat.

“Disamping itu juga babinsa bisa mendapatkan informasi yang sedang berkembang di lingkungan,” terangnya.

Sementara itu ibu Siti Sumarti menyampaikan dulu Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Riyadi memimpin tentara Indonesia di Surakarta pada masa perang kemerdekaan melawan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Dimulai dengan kampanye gerilya, pada 1947 ia berperang dengan sengit melawan Belanda di Ambarawa dan Semarang, bertanggung jawab atas Resimen 26. Selama Agresi Militer I, Belanda mengambil alih kota tetapi berhasil direbut kembali oleh Riyadi, dan kemudian mulai melancarkan serangan ke Jawa Barat. Pada tahun 1950, setelah berakhirnya revolusi, Riyadi dikirim ke Maluku untuk memerangi Republik Maluku Selatan. Setelah operasi perlawanan selama beberapa bulan dan berkelana melintasi Pulau Ambon, Riyadi gugur tertembak menjelang operasi berakhir.

Sejak kematiannya, Rijadi telah menerima banyak penghormatan. Sebuah jalan utama di Surakarta dinamakan menurut namanya, begitu juga dengan fregat TNI AL, KRI Slamet Riyadi. Selain itu, Rijadi juga dianugerahi beberapa tanda kehormatan secara anumerta pada tahun 1961, dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Saya cukup senang dan bangga terhadap aparat TNI yang berada di wilayah yang masih memperhatikan kami sering sekali mengadakan kegiatan di rumah kami saya selalu terbuka untuk menerima tamu dari mana pun terlebih tamu yang akan mengenang jasa Pak Slamet Riyadi,” ungkap Siti Sumarti (Keluarga Pahlawan Nasional Brigjend Slamet Riyadi). (Arda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!