Bahas Rencana Aksi Bela Negara Di Kabupaten Lebak, Ketum YBPBN dan FK-PLP Lakukan Audiensi Ke Kemhan RI

PORTALBELANEGARA.COM, Jakarta – Sejumlah pengurus Yayasan Barisan Patriot Bela Negara (YBP-BN) dan Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FKP-LP), melakukan audiensi ke Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dan diterima oleh Dirjen Potensi Pertahanan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan. Bertempat di kantor Dirjen Pothan Kemhan RI, Jl. Tanah Abang Timur No 7-8 Jakarta Pusat. Jum’at (10/01/2020)

Dalam audiensi tersebut, R. Achmat Juniawan, Ketua Umum YBPBN menyampaikan rencana untuk membuka Posko Bela Negara di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pasca bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Lebak.

Rencana tersebut disambut baik oleh Dirjen Potensi Pertahanan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan. Rencananya kegiatan YBPBN tersebut akan bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Dalam aksinya Posko Bela Negara akan fokus ditujukan kepada pelajar dan sekolah, agar kegiatan belajar dan mengajar tetap dapat berjalan dengan baik.

Tak hanya itu, Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan mengapresiasi atas kerjasama yang sudah dilakukan oleh YBPBN dalam Aksi Bela Negara dalam bentuk kegiatan kemanusiaan di wilayah bencana seperti saat gempa yang terjadi di Lombok. Gempa, Tsunami, Likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala. Kemudian Tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung.

Kepada Portal Bela Negara, Achmat Juniawan mengatakan bahwa, “Ada yang lebih memprihatinkan siswa terdampak banjir di Kabupaten Lebak Banten. Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Abdul Malik, sebanyak 1.253 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, diliburkan karena sekolah dan tempat tinggal mereka kena dampak bencana banjir dan tanah longsor, sehingga pelayanan proses kegiatan belajar mengajar tanggal 12 Januari 2020,” katanya.

“Kecamatan Lebak Gedong termasuk daerah yang paling parah menghadapi dampak banjir di Kabupaten Lebak. Di wilayah kecamatan itu, sejumlah sekolah kena dampak banjir, termasuk di antaranya Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, Sekolah
Dasar Negeri (SDN) 1, dan SDN II Banjarsari. Semua sarana pendidikan yang terdampak itu di Kecamatan Lebak Gedong, bahkan SMPN 4 dan SDN II Banjarsari hanyut diterjang banjir bandang dan tanah longsor,” lanjutnya.

Hasil pendataan sementara, lanjut Ketua Umum YBPBN, “bencana banjir dan tanah longsor berdampak pada 1.253 siswa serta 27 guru dan pegawai tata usaha sekolah di Kecamatan Lebak Gedong. Jumlah siswa serta guru dan pegawai sekolah yang terdampak banjir di kecamatan itu, kemungkinan akan bertambah karena sampai sekarang pendataan masih berlangsung. Informasi tersebut kami terima dari Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Abdul Malik,” pungkas Achmat Juniawan.

Hadir dalam audiensi tersebut Dirjen Potensi Pertahanan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, Kolonel Arh Luhkito Hadi Iswanto, S.T., M.Si., Kasubdit Lingkungan Pemukiman Dit Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan, Ketua Umum YBPBN, Achmat Juniawan, Sekjen YBPBN, M. Qudrat Nugraha, Ph.D, dan dari pengurus PKP-LP diwakili oleh Yoris Syailendra dan Khaibar. (CGPBN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *