Babinsa Bersama Masyarakat Semedo dan Petahunan Banyumas, Pasang Tanggul Darurat di Tikungan Maut Gibod

PORTALBELANEGARA.COM, Banyumas – Babinsa Desa Semedo, Serka Joko Arif Nugroho, dan Babinsa Desa Petahunan, Serka Eko Budi Wiyono, dari Koramil 15 Pekuncen, Kodim 0701 Banyumas, bersama puluhan warga masyarakat kedua desa binaannya itu, melakukan aksi sosial pemasangan tanggul darurat di tikungan maut gibod, yang terletak di tanjakan/turunan di wilayah Desa Cikawung, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tampak mereka memasang bambu dan nantinya akan disusul ban bekas, yang merupakan swadaya masyarakat. Minggu siang (2/8/2020).

Babinsa Semedo Serka Joko Arif Nugroho menjelaskan, aksi tersebut dilakukan menyusul kecelakaan yang kembali terjadi pada akhir bulan Juni 2020 kemarin (29/7).

“Ini bentuk respon terhadap kecelakaan sepasang suami-istri dari Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, yang masuk ke jurang dengan kedalaman 10 meter di tikungan gibod, pada hari penutupan TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas di Desa Petahunan,” ujarnya.

Dijelaskannya lanjut, rem motor matic sepasang suami istri itu blong saat menuruni tanjakan gibod, setelah mengunjungi Obyek Wisata Watu Kumpul untuk melihat uji terbang paralayang KONI Banyumas dan acara pelepasan Satgas TMMD.

Kejadian yang terjadi pukul 12.30 WIB itu, mengakibatkan pengendara (suami) mengalami patah paha kaki kanan saat menabrak pohon sengon di kedalaman 5 meter, sedangkan istrinya fraktur tulang pinggul di kedalaman 7 meter.

Korban dibawa ke RSUD Ajibarang, dan selanjutnya dirujuk ke RS. Ortopedi Purwokerto.

Untuk korban meninggal dunia sebelumnya adalah sepasang suami istri asal Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, sekitar 5 bulan lalu. Sedangkan sebelumnya lagi sudah ada 4 kejadian lainnya, yakni warga Kracak, Kecamatan Ajibarang meninggal, warga dari Kabupaten Purbalingga luka-luka, tukang ayam warga Desa Petahunan luka-luka, dan 3 orang anak asal Desa Semedo bonceng 3 luka-luka.

“Upaya untuk memajukan potensi wisata Curug Nangga di Desa Petahunan melalui pembangunan jalan beton TMMD Reguler 108 Banyumas sepanjang 1,8 kilometer dan lebar 3,75 meter, perlu dibarengi upaya pengamanan akses menuju kesana, yaitu di tikungan gibod,” imbuhnya.

Sementara itu disampaikan Taryono, Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Banyumas melalui pesan whatsapp, pihaknya akan melakukan pemasangan road barrier beton di dua titik di tikungan gibod.

Barrier yang akan dipasang mempunyai ketinggian 80 centimeter dan lebarnya 1 meter. Titik pemasangan adalah, untuk titik atas sebanyak 13 buah, sementara tikungan bawah sebanyak 25 buah.

“Untuk pemasangan road barrier beton yang rencananya hari Senin 3 Agustus 2020, akan diletakkan di belakang tanggul darurat dari bambu dan ban bekas itu yang dipasang warga. Ini sangat bagus untuk mencegah benturan dengan beton,” bebernya.

Ditambahkannya, rata-rata kecelakaan adalah motor matic yang mengalami gagal fungsi pengereman saat menuruni Desa Semedo. Selain mengamankan para pengendara kendaraan bermotor, upaya tersebut juga untuk mengamankan para petani penyadap/penderes getah karet dan pinus yang ada di bawah tikungan gibod. (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!